KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Selasa (6/10/2026) di zona hijau. Penguatan tersebut sejalan dengan pergerakan positif bursa saham Asia dan pasar global setelah Wall Street sebelumnya mencatat kinerja yang menguat.
IHSG ditutup naik 74,07 poin atau 1,21 persen. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencerminkan kinerja 45 saham unggulan juga bergerak positif dengan kenaikan 0,82 persen.
Sentimen eksternal menjadi salah satu faktor yang menopang pasar saham domestik. Investor merespons positif penguatan bursa Asia, sementara kekhawatiran mengenai tingginya imbal hasil obligasi belum sepenuhnya mengubah sentimen pasar.
Dari pasar komoditas, pelemahan harga minyak mentah turut memberikan ruang bagi sentimen positif karena pasokan dari kawasan Timur Tengah mulai meningkat. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pelaku pasar terhadap prospek ekonomi global.
IHSG Masih Dibayangi Data Ekonomi dan Inflasi Pangan
Dari dalam negeri, peningkatan penyaluran bantuan sosial pemerintah menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan investor. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi membantu menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir 2026.
Meski IHSG menguat, ruang kenaikan dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan. Investor cenderung menahan diri sambil menunggu sejumlah indikator ekonomi domestik yang akan dirilis pada pekan ini.
Beberapa data yang menjadi perhatian antara lain posisi cadangan devisa Indonesia untuk September 2026 dan Indeks Keyakinan Konsumen. Kedua indikator tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kondisi fundamental ekonomi dan tingkat kepercayaan masyarakat.
Selain itu, inflasi pangan masih menjadi risiko yang perlu dicermati. Gangguan panen akibat cuaca ekstrem, fenomena El Nino, serta sejumlah bencana lokal berpotensi menjaga tekanan terhadap harga pangan.

