KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026, di zona merah setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi.
Pelemahan tipis terjadi di tengah beragam sentimen dari pasar global dan aksi jual pada sejumlah saham unggulan. Meski sempat bergerak menguat pada awal perdagangan, tekanan jual menjelang penutupan membuat indeks kembali turun.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup melemah sebesar 7,427 poin atau sekitar 0,12 persen ke posisi 6.343,711. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 6.324 hingga 6.388 setelah dibuka di level 6.379.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia juga terpantau cukup tinggi dengan nilai perdagangan mencapai Rp18,180 triliun dan volume saham mencapai 54,908 miliar lembar.
Pergerakan IHSG Dipengaruhi Sentimen Global
Sebanyak 265 saham berhasil menguat, sementara 337 saham melemah dan 192 saham lainnya ditutup stagnan. Kondisi tersebut mencerminkan masih tingginya tekanan di pasar meski sejumlah sektor mampu mencatatkan penguatan.
Di sisi lain, pergerakan bursa global memberikan sentimen yang beragam.
Pasar saham Amerika Serikat menunjukkan hasil yang bervariasi, dengan indeks Dow Jones mencetak rekor penutupan tertinggi, sedangkan Nasdaq dan S&P 500 mengalami pelemahan akibat koreksi pada saham sektor teknologi.
Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia justru bergerak positif didorong optimisme terhadap laporan keuangan perusahaan teknologi.
Indeks Nikkei Jepang, Kospi Korea Selatan, Hang Seng Hong Kong, hingga Taiex Taiwan sama-sama mencatat kenaikan.

