Keuangan

IHSG Amblas 11,57 Persen Usai Pengumuman MSCI, Investor Perlu Waspadai Risiko Pasar

×

IHSG Amblas 11,57 Persen Usai Pengumuman MSCI, Investor Perlu Waspadai Risiko Pasar

Sebarkan artikel ini
IHSG hari ini Melesat ke 6.524.
IHSG Amblas 11,57 Persen Usai Pengumuman MSCI, (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026).

Indeks ditutup pada level 5.185,10 atau melemah 11,57 persen dalam sehari setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan konsultasi terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.

Penurunan tersebut menambah tekanan terhadap pasar modal nasional. Sejak awal 2026, IHSG tercatat terkoreksi 40,04 persen secara year to date (YTD). Kondisi ini memunculkan kekhawatiran investor terhadap potensi perubahan aliran modal asing apabila klasifikasi pasar Indonesia benar-benar berubah.

MSCI mengusulkan reklasifikasi indeks Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market. Keputusan akhir atas usulan tersebut dijadwalkan paling lambat akhir Juni 2027. Namun, status usulan ini masih dalam tahap konsultasi sehingga belum menjadi keputusan final.

Saham Perbankan Tertekan, Investor Diminta Lebih Selektif

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat IHSG pada perdagangan Jumat. Saham Bank Central Asia (BBCA) turun 14,81 persen, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) melemah 14,84 persen, Bank Mandiri (BMRI) terkoreksi 14,82 persen, sedangkan Telkom Indonesia (TLKM) turun 14,80 persen.

Di tengah pelemahan tersebut, beberapa saham justru menguat, termasuk Bank of India Indonesia (BSWD) yang naik 25 persen dan Guna Timur Raya (TRUK) sebesar 24,81 persen. Perbedaan pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan pasar tidak selalu berdampak sama terhadap setiap emiten.

Aksi jual investor asing turut menjadi perhatian. Pada Jumat, nilai net sell asing di pasar reguler tercatat Rp3,4 triliun. Secara akumulatif sejak awal tahun, angkanya mencapai Rp110,77 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *