Sementara dari mancanegara, pelaku pasar juga akan mencerna komentar terbaru dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang pada pekan lalu menyatakan bahwa bank sentral tidak “tergesa-gesa” untuk memangkas suku bunga acuannya.
Data penjualan ritel Amerika Serikat (AS) periode Oktober 2024 yang dirilis pada Jumat (15/11) menunjukkan peningkatan sebesar 0,4 persen, atau sedikit lebih tinggi dari perkiraan ekonom sebesar 0,3 persen.
Secara keseluruhan, pelaku pasar harus bersiap menghadapi fluktuasi dalam waktu dekat mengingat belum jelasnya arah kebijakan pemerintahan dari Presiden Terpilih AS Donald Trump.
Bursa Saham
Sementara itu, bursa Saham AS atau Wall Street mencatatkan penurunan signifikan pada perdagangan di Jumat (15/11), yang terjadi di tengah kekhawatiran investor terkait dengan kebijakan suku bunga acuan dari The Fed.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 305,87 poin atau 0,70 persen ditutup di 43.444,99, indeks S&P 500 melemah 1,32 persen ke level 5.870,62, sedangkan Nasdaq Composite anjlok 2,24 persen menjadi 18.680,12.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei melemah 289,79 poin atau 0,75 persen ke level 38.353,10, indeks Hang Seng menguat 151,55 poin atau 0,78 persen ke level 19.577,89, dan indeks Straits Times melemah 3,05 poin atau 0,08 persen ke 3.742,64.
Sedangkan indeks Shanghai (China) libur memperingati hari libur nasional negara tersebut.***



