KITAINDONESIASATU.COM – Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan berakhir setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin (14/9/2026). Purbaya digantikan Suahasil Nazara yang dilantik sebagai Menteri Keuangan untuk sisa masa jabatan 2024-2029.
Purbaya sebelumnya dipercaya menjadi bendahara negara sejak September 2025. Selama sekitar satu tahun memimpin Kementerian Keuangan, sejumlah kebijakan dan langkahnya menjadi perhatian publik.
7 Gebrakan Purbaya yang Paling Disorot
Berikut sejumlah langkah Purbaya selama menjabat Menteri Keuangan:
- Menempatkan Rp200 triliun di Himbara
Pemerintah menyalurkan dana Rp200 triliun ke lima bank, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong aktivitas ekonomi. - Mengungkap restrukturisasi utang Whoosh
Purbaya mengungkap utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung telah direstrukturisasi dengan tenor pembayaran yang sangat panjang, mencapai sekitar 80 tahun. - Mendorong penerbitan Panda Bond
Pemerintah menyiapkan penerbitan Panda Bond sekitar US$1 miliar atau sekitar Rp17,8 triliun sebagai bagian dari diversifikasi sumber pembiayaan negara. - Memperkuat reformasi pajak dan Bea Cukai
Purbaya memilih memperbaiki kinerja internal Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai tanpa membentuk Badan Penerimaan Negara. - Menindak pejabat terkait restitusi pajak
Investigasi terhadap persoalan restitusi pajak berujung pada rencana pencopotan dua pejabat Kementerian Keuangan. - Mendorong audit restitusi pajak
Purbaya meminta pengawasan dan audit diperkuat untuk mencegah kesalahan maupun kebocoran penerimaan negara. - Menertibkan gerai Tiffany & Co.
Bea Cukai melakukan penyegelan terhadap sejumlah gerai Tiffany & Co. di Jakarta terkait dugaan persoalan administrasi impor barang bernilai tinggi.
Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan singkat Purbaya sebagai Menteri Keuangan sebelum pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan.(*)

