KITAINDONESIASATU.COM – Memiliki tabungan Rp100 juta sering dianggap sulit, terutama bagi pekerja dengan penghasilan bulanan yang masih terbatas.
Padahal, target tersebut bukan semata-mata bergantung pada besarnya gaji, tetapi juga bagaimana seseorang mengatur uang, mengendalikan pengeluaran, dan konsisten menyisihkan pendapatan.
Dengan strategi keuangan yang tepat, gaji Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan tetap bisa diarahkan untuk mengejar target dana Rp100 juta.
Waktu yang dibutuhkan tentu berbeda-beda karena dipengaruhi kebutuhan hidup, cicilan, gaya hidup, serta kemampuan menabung.
Cara Mengumpulkan Rp100 Juta dari Gaji Bulanan
Agar target lebih realistis, tentukan terlebih dahulu nominal yang mampu disisihkan setiap bulan. Jangan memaksakan tabungan terlalu besar jika akhirnya kebutuhan pokok tidak terpenuhi atau harus berutang.
Beberapa langkah berikut bisa diterapkan untuk mempercepat terkumpulnya uang:
- Tentukan target bulanan
Jika ingin mengumpulkan Rp100 juta dalam lima tahun, setidaknya perlu menyisihkan sekitar Rp1,67 juta setiap bulan. Target tersebut dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing.
- Pisahkan uang tabungan
Begitu menerima gaji, langsung alokasikan sebagian pendapatan ke rekening khusus tabungan. Cara ini membantu mencegah uang tabungan terpakai untuk kebutuhan konsumtif.
- Kurangi pengeluaran yang tidak penting
Evaluasi biaya langganan, nongkrong, belanja impulsif, hingga pembelian barang yang tidak benar-benar dibutuhkan. Penghematan kecil jika dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan jumlah yang signifikan.
- Cari sumber pendapatan tambahan
Gaji utama tidak harus menjadi satu-satunya sumber dana. Pekerjaan sampingan, bisnis kecil, freelance, atau penghasilan dari keahlian tertentu dapat membantu mempercepat pencapaian target.
- Hindari utang konsumtif
Cicilan untuk kebutuhan yang tidak produktif dapat mengurangi ruang untuk menabung. Sebelum mengambil kredit, pertimbangkan kemampuan membayar dan dampaknya terhadap target keuangan.
- Manfaatkan instrumen investasi sesuai profil risiko
Setelah dana darurat terpenuhi, sebagian uang dapat dialokasikan ke instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko. Namun, jangan mengejar keuntungan tinggi tanpa memahami kemungkinan kerugiannya.

