Meski begitu, Toyota tetap mempertahankan filosofinya. CEO Koji Sato menegaskan bahwa Corolla akan tetap menjadi “mobil untuk semua orang”, dengan varian berbeda untuk setiap pasar.
Di negara dengan infrastruktur pengisian kuat, Toyota akan menjual versi listrik penuh.
Sementara di wilayah yang masih bergantung pada bensin, varian hibrida dan konvensional tetap tersedia.
Desain luarnya pun benar-benar berbeda dari generasi sebelumnya: tampilan ramping, garis tegas, serta kombinasi warna hitam dan perak yang mengingatkan pada seri listrik Toyota bZ. Lampu LED horizontal tipis membentang di bagian depan, memperkuat kesan modern dan futuristik.
Masuk ke kabin, suasananya berubah total. Roda kemudi tiga palang berukuran kecil, deretan layar digital, serta touchpad futuristik pengganti tuas transmisi menciptakan kesan lapang dan modern. Ini jelas jauh dari dashboard konvensional Corolla yang dulu dikenal sederhana dan fungsional.
Namun, Toyota belum mengungkap detail teknis seperti harga, kapasitas baterai, dan jarak tempuh. Pertanyaan terbesar kini: apakah Corolla listrik benar-benar akan menjadi EV terjangkau untuk semua kalangan?
