KITAINDONESIASATU.COM- Di tengah upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial, Kota Bogor kembali mencatatkan kisah inspiratif dari warga penerima manfaat. Tiga keluarga di Kelurahan Margajaya berhasil melakukan graduasi mandiri dari Program Keluarga Harapan (PKH), sebuah langkah penting yang menunjukkan perubahan mindset serta peningkatan kemampuan ekonomi keluarga. Atas capaian tersebut, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim, memberikan penghargaan apresiasi secara langsung dalam kegiatan yang berlangsung di Pojok Ekspresi Margajaya, Aula Majelis Ta’lim Arrohmah.
Penghargaan diberikan kepada tiga keluarga: Elin Elinayah, Suminar, dan Siti Nuryaningsyah. Ketiganya dinilai telah berhasil mencapai kemandirian ekonomi sehingga tidak lagi tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial.
Yantie Rachim menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa perubahan pola pikir mampu mendorong keluarga keluar dari garis ketergantungan pada bantuan. “Saya mengapresiasi para keluarga yang telah melakukan graduasi mandiri dan saat ini telah menunjukkan kemandirian ekonomi keluarga mereka,” ujar Yantie Rachim, Selasa, 18 November 2025.
Ia menjelaskan bahwa graduasi mandiri merupakan wujud perubahan perilaku dan pola pikir KPM dalam memahami bahwa program bantuan sosial bersifat sementara dan bukan penopang jangka panjang. “KPM PKH yang telah melakukan graduasi mandiri ini menunjukkan perubahan mindset bahwa mereka secara sadar tidak lagi bergantung pada bantuan sosial, seperti PKH maupun BPNT setelah lebih dari lima tahun menjadi peserta,” katanya.
Yantie Rachim menambahkan, keberhasilan tiga keluarga tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi warga lain yang membutuhkan untuk menjadi peserta PKH. Menurutnya, graduasi mandiri adalah bagian penting dari siklus pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Ini bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dan memberi kesempatan kepada warga lain yang memerlukan,” jelas Yantie Rachim.
Ia juga menegaskan bahwa graduasi mandiri harus dipahami sebagai proses pemberdayaan jangka panjang. Melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dari Kementerian Sosial, KPM yang memiliki usaha mendapatkan dana hibah untuk mendorong pengembangan usahanya.
“Graduasi Mandiri adalah contoh bahwa bansos sifatnya sementara, sementara pemberdayaan berlangsung selamanya. PPSE ini menjadi intervensi agar pelaku UMKM bisa keluar dari garis kemiskinan dan setelah menerima bantuan PPSE, output akhirnya adalah graduasi mandiri,” ucapnya.Dalam kesempatan yang sama, Yantie Rachim turut menyerahkan bantuan susu dan telur bagi anak-anak kategori stunting di wilayah Margajaya sebagai dukungan peningkatan gizi.
Sementara itu, Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susandi, menyampaikan bahwa tiga keluarga tersebut sebelumnya merupakan penerima bantuan sosial, namun kini telah mandiri secara ekonomi. “Melalui kegiatan apresiasi ini, kami juga mengadakan Gebyar Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) untuk memberikan bekal kepada bapak dan ibu agar bisa ikut melakukan graduasi mandiri,” pungkas Dudi. (Nicko)




