Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh H.R. Arso Budiriyadi yang mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah II Provinsi Jawa Barat. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan teknologi pertanian modern untuk membangun kemandirian pangan dari lingkungan sekolah.
“Saya juga mendorong agar pelatihan ini tidak berhenti pada transfer pengetahuan semata, tetapi dilanjutkan dengan implementasi nyata serta program berkelanjutan yang dapat memperkuat peran sekolah dalam menciptakan ekosistem pertanian kota yang produktif dan berdaya guna,” tegasnya.
Kepala SMAN 2 Bogor, Dr. R. Bambang Aryan Soekisno menyambut baik pelatihan ini dan menyatakan komitmennya untuk menjadikan sekolahnya sebagai pusat pembelajaran dan praktik pertanian urban.
“Pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Kami berharap siswa kami tidak hanya belajar konsep, tapi juga menerapkannya secara langsung di lingkungan sekolah,” pungkasnya.
Diketahui, pelatihan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program nasional SEAMEO BIOTROP yang diawali dengan In-House Training (IHT) internal pada Februari hingga Maret 2025, kemudian dilanjutkan dengan Workshop Nasional pada 15 April 2025 yang berhasil menjaring 164 sekolah calon peserta dan 16 sekolah calon percontohan.
Proses ini kemudian diperkuat melalui FGD Penentuan Sekolah Percontohan pada 16 Mei 2025 yang menetapkan jadwal pelatihan dan pendampingan lapangan hingga Oktober 2025 mendatang. (Nicko)
