KITAINDONESIASATU.COM – Temuan reaktor plasma hidrogen oleh Prof Ing. Zulfiadi Zulhan dari ITB, yang mampu mengubah tanah menjadi logam dalam waktu kurang dari dua menit.
Sebuah temuan modern setara dengan teknologi fusi nuklir hodrigen reaktor Tokamax di China maupun Russia.
Para ahli mengapresiasi inovasi ini sebagai langkah maju dalam produksi logam yang lebih efisien dan ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan jejak karbon.
Sementara Prof Zulfiadi menekankan bahwa teknologi ini masih dalam tahap laboratorium, dan memerlukan dukungan untuk pengembangan skala lebih besar.
Ahli menyebutkan potensi besar reaktor ini untuk merevolusi industri metalurgi di Indonesia.
Berikut adalah beberapa jenis logam yang dapat dihasilkan dari reaktor plasma hidrogen, sesuai dengan informasi dari sumber-sumber yang tersedia:
- Bijih besi gutit dapat diproses menjadi logam besi dalam waktu kurang dari 3 menit dalam reaktor Hydrogen Plasma Smelting Reduction (HPSR).
- Logam feronikel dapat dihasilkan dalam waktu 3 menit dari bijih nikel laterit.
- Logam ferokromium dihasilkan dalam waktu 4 menit karena kromium oksida lebih sulit mengalami penghilangan oksigen dibandingkan besi oksida dan nikel oksida.
Reaktor plasma hidrogen ini juga efektif dalam mengurangi kandungan sulfur dan fosfor dalam logam hasil produksi, sehingga produk yang dihasilkan dapat langsung digunakan sebagai bahan baku industri baja tahan karat tanpa perlunya proses tambahan seperti dekaroniasi dan desulfurisasi. *





