KITAINDONESIASATU.COM – Persaingan mobil listrik kompak di Jepang semakin memanas setelah BYD bersiap meluncurkan Racco, kendaraan listrik mungil yang dirancang khusus menyesuaikan karakter pasar Negeri Sakura.
Kehadiran model baru ini memicu respons cepat dari produsen lokal seperti Nissan dan Honda untuk mempertahankan dominasi di segmen kei car yang sangat kompetitif.
BYD Racco disebut menawarkan harga kompetitif dan desain yang cocok untuk jalan sempit perkotaan Jepang.
Strategi ini dinilai menjadi tantangan serius bagi merek lokal yang selama ini menguasai pasar mobil listrik kecil.
Nissan dan Honda Andalkan Harga serta Inovasi
Menghadapi tekanan baru, Nissan memilih memperkuat daya saing melalui penyesuaian harga pada model Sakura.
Langkah ini membuat mobil listrik mungil tersebut semakin terjangkau, sekaligus tetap menarik bagi konsumen yang ingin beralih dari mobil berbahan bakar bensin.
Di sisi lain, Honda mengandalkan strategi berbeda lewat pengembangan model baru dengan pendekatan premium dan pengalaman berkendara yang lebih dinamis.
Kehadiran Honda Super One digadang menjadi senjata penting untuk menghadapi agresivitas pabrikan asal China.
Persaingan ini diprediksi membuat pasar mobil listrik Jepang semakin menarik, terutama di segmen kendaraan ringkas yang menjadi favorit masyarakat urban.
Konsumen pun berpotensi diuntungkan lewat harga yang makin kompetitif, fitur lebih modern, dan pilihan produk yang semakin beragam.
Duel BYD, Nissan, dan Honda diyakini bakal menentukan arah persaingan kendaraan listrik Jepang pada 2026.(*)
