Xiaomi juga menyebut kemungkinan terjadinya thermal runaway pada baterai telah dikesampingkan. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
Kasus ini bukan kejadian pertama yang melibatkan kendaraan listrik Xiaomi. Sebelumnya, beberapa unit SU7 juga pernah terbakar akibat faktor kecelakaan maupun sumber api lain yang bukan berasal dari baterai.
Fenomena tersebut kembali memunculkan pembahasan mengenai keamanan kendaraan listrik modern.
Meski teknologi baterai terus berkembang, produsen tetap dituntut memastikan sistem perlindungan kendaraan semakin aman agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.(*)
