KITAINDONESIASATU.COM – Membeli mobil listrik bekas tak boleh hanya melihat harga dan tampilan. Calon pembeli wajib memeriksa kondisi baterai, motor listrik hingga sistem kelistrikan tegangan tinggi. Jika luput dari pemeriksaan, kerusakan tersembunyi bisa berubah menjadi biaya perbaikan yang menguras kantong.
Ada lima komponen utama yang perlu diperiksa sebelum transaksi:
- Baterai traksi: Periksa kesehatan baterai atau State of Health (SOH), tegangan, suhu, dan keseimbangan sel melalui diagnostik kendaraan.
- Sistem pendingin baterai: Pastikan sistem pengatur suhu bekerja sesuai teknologi yang digunakan mobil.
- Port dan kabel pengisian: Periksa konektor serta kemungkinan kerusakan yang mengganggu proses pengisian daya.
- Motor listrik dan inverter: Lakukan pemeriksaan diagnostik untuk mendeteksi gangguan pada sistem penggerak.
- Kelistrikan tegangan tinggi: Pastikan konektor dan komponen pendukung dalam kondisi baik. Pemeriksaan wajib dilakukan teknisi kompeten dengan peralatan yang sesuai.
Pembeli mobil hybrid bekas juga harus memahami perbedaan teknologi hybrid konvensional, plug-in hybrid (PHEV), dan mild hybrid karena masing-masing memiliki sistem penggerak berbeda.
Jangan Abaikan Risiko Mobil Bekas Tanpa Inspeksi
Tanpa pemeriksaan menyeluruh, pembeli berisiko menghadapi biaya perbaikan besar, riwayat servis yang tidak jelas, kendaraan bekas banjir atau kecelakaan, hingga gangguan sensor dan fitur keselamatan.
Mobil konvensional bekas pun tetap perlu diperiksa, mulai dari mesin, transmisi, kebocoran oli, suspensi, kelistrikan, bodi hingga struktur kendaraan. (*)





