Desainnya dianggap terlalu jauh dari karakter klasik Ferrari yang identik dengan mesin pembakaran internal dan tampilan agresif.
Kritik bahkan datang dari tokoh penting di industri otomotif dan politik Italia, yang menilai mobil ini kehilangan identitas emosional Ferrari.
Reaksi tersebut juga sempat berdampak pada pasar saham, di mana nilai saham Ferrari dilaporkan mengalami penurunan setelah peluncuran.
Meski demikian, fenomena di Thailand menunjukkan bahwa pasar Asia tetap sangat potensial bagi perkembangan mobil listrik mewah di masa depan.(*)
