KITAINDONESIASATU.COM – TikTok mengambil langkah restrukturisasi di Amerika Serikat dengan menutup kantor operasionalnya di Nashville, Tennessee.
Keputusan tersebut berdampak pada 250 karyawan yang bekerja di divisi moderasi konten. Penutupan kantor dilakukan secara bertahap dan ditargetkan selesai pada 5 Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya perusahaan menyederhanakan operasional.
Kantor yang berada di kawasan Music Row tersebut sebelumnya menjadi salah satu pusat aktivitas moderasi konten TikTok di Amerika Serikat.
Perusahaan menyatakan perubahan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi serta menyesuaikan struktur tim dengan kebutuhan bisnis jangka panjang.
PHK TikTok dan Penguatan Teknologi AI
Karyawan yang terdampak menerima pemberitahuan pemutusan hubungan kerja melalui email. Setelah pemberitahuan dikirim, akses terhadap sistem internal dan perangkat kerja perusahaan dinonaktifkan.
TikTok menyatakan telah menyiapkan paket pesangon bagi pekerja yang terkena dampak kebijakan tersebut.
Di tengah keputusan PHK, muncul dugaan mengenai kepatuhan perusahaan terhadap aturan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang mengatur kewajiban pemberitahuan sebelum pemutusan hubungan kerja.
Sebuah firma hukum dilaporkan tengah meneliti persoalan tersebut.
Restrukturisasi TikTok juga berkaitan dengan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan untuk moderasi konten.
Teknologi AI dinilai dapat membantu perusahaan mempercepat proses pemeriksaan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional platform.




