Samsung sendiri mulai melirik teknologi baterai silikon-karbon melalui perangkat lipat terbarunya. Namun, penerapan teknologi tersebut belum otomatis membuat kapasitas baterainya menyamai ponsel-ponsel China yang sudah mengusung baterai jumbo.
Persaingan smartphone mulai bergeser
Kapasitas baterai kini menjadi salah satu aspek yang dapat membedakan sebuah smartphone dari para pesaingnya. Pengguna tidak hanya mempertimbangkan kamera, performa prosesor, dan desain, tetapi juga seberapa lama perangkat bisa digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Redmi K100 memperlihatkan bagaimana kapasitas baterai dapat menjadi strategi untuk menarik perhatian pasar. Dukungan pengisian cepat 100W juga menjadi pelengkap agar pengisian baterai berkapasitas besar tidak terasa terlalu merepotkan.
Meski demikian, kapasitas baterai bukan satu-satunya penentu kualitas sebuah ponsel. Efisiensi chipset, optimalisasi perangkat lunak, kualitas layar, serta pola penggunaan tetap berpengaruh terhadap daya tahan baterai sebenarnya.***





