Iptek

Polisi Selidiki TikToker Inggris yang Diam-Diam Rekam Warga Menggunakan Smart Glasses

×

Polisi Selidiki TikToker Inggris yang Diam-Diam Rekam Warga Menggunakan Smart Glasses

Sebarkan artikel ini
Polisi Selidiki TikToker yang Diam-Diam Rekam Warga Menggunakan Smart Glasses
Polisi Selidiki TikToker yang Diam-Diam Rekam Warga Menggunakan Smart Glasses (Youtube)

KITAINDONESIASATU.COM – Seorang kreator konten TikTok atau TikToker di Inggris menjadi sorotan setelah diduga merekam aktivitas masyarakat secara diam-diam menggunakan kacamata pintar atau smart glasses.

Konten yang diunggah ke media sosial memicu gelombang kritik karena dinilai melanggar privasi orang lain dan menampilkan interaksi yang dianggap tidak pantas.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian aparat kepolisian yang tengah menelaah sejumlah rekaman untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum.

Perangkat yang digunakan merupakan kacamata pintar dengan kamera berukuran kecil yang mampu merekam video secara langsung.

Teknologi ini memang dirancang untuk memudahkan pengguna mendokumentasikan aktivitas sehari-hari, namun penggunaannya tanpa persetujuan pihak lain kembali memunculkan kekhawatiran mengenai perlindungan privasi di ruang publik.

Penggunaan Smart Glasses Memicu Kekhawatiran Soal Privasi

Dalam sejumlah video yang beredar, kreator tersebut terlihat merekam percakapan dengan warga, pekerja toko, hingga staf kapal feri tanpa pemberitahuan.

Beberapa konten juga menampilkan komentar yang dianggap menyinggung kelompok tertentu sehingga memicu laporan dari masyarakat.

Pihak kepolisian mengonfirmasi telah menerima pengaduan dan sedang memeriksa isi video yang beredar.

Selain dugaan perekaman tanpa izin, penyelidikan juga mencakup kemungkinan adanya tindakan yang mengarah pada intimidasi atau perilaku yang mengganggu ketertiban.

Kasus ini turut memicu diskusi mengenai perkembangan teknologi kacamata pintar yang semakin canggih.

Meski memiliki banyak manfaat, seperti membantu navigasi, komunikasi, hingga akses informasi berbasis kecerdasan buatan, perangkat tersebut juga dinilai berpotensi disalahgunakan apabila digunakan untuk merekam orang lain tanpa persetujuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *