Iptek

Google Rilis SynthID Detector, Bisa Cek Gambar hingga Audio AI Tanpa Buka Gemini

×

Google Rilis SynthID Detector, Bisa Cek Gambar hingga Audio AI Tanpa Buka Gemini

Sebarkan artikel ini
10 Istilah Paling Dicari di Google Indonesia Sepanjang Tahun 2024
Google DeepMind

KITAINDONESIASATU.COM – Google memperluas akses teknologi pendeteksi konten kecerdasan buatan (AI) melalui website SynthID Detector.

Layanan ini memungkinkan pengguna memeriksa gambar, video, dan potongan audio untuk mengetahui keberadaan watermark digital yang menandakan konten dibuat menggunakan teknologi AI tertentu.

SynthID Detector pertama kali diperkenalkan dalam gelaran Google I/O 2025. Sebelumnya, akses layanan tersebut masih terbatas bagi jurnalis, awak media, dan peneliti terpilih. Kini, Google membuka akses versi web bagi pengguna secara lebih luas melalui situs resminya.

Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi penggunaan AI, terutama ketika konten sintetis semakin mudah dibuat dan disebarkan di internet.

Cara Kerja SynthID Detector dan Batasan Pemeriksaannya

SynthID merupakan teknologi watermark digital yang dikembangkan Google sejak 2023. Penanda tersebut dirancang agar tidak terlihat oleh manusia, tetapi dapat dikenali melalui sistem pendeteksi yang kompatibel. Teknologi ini digunakan pada sejumlah produk AI Google, termasuk Gemini, Nano Banana, Veo, dan Lyria.

Melalui website SynthID Detector, pengguna tidak perlu lagi membuka aplikasi Gemini untuk melakukan pemeriksaan. Layanan dapat diakses melalui browser dengan mengunjungi synthid.com. Pengguna harus masuk menggunakan akun Google, OpenAI, atau Apple sebelum memanfaatkan fitur tersebut.

Google menetapkan kuota harian untuk pemeriksaan hingga 10 file gambar, video, dan audio. Format yang didukung mencakup JPG, PNG, WEBP, GIF, MP4, MOV, WEBM, MP3, WAV, FLAC, dan sejumlah format lainnya.

Pembaruan penting lainnya adalah kemampuan layanan mendeteksi watermark dari beberapa pengembang, termasuk Google, OpenAI, Nvidia, dan Kakao. Dukungan watermark Apple juga disebut akan ditambahkan kemudian.

Fitur verifikasi SynthID turut terintegrasi dengan Gemini, Search, dan Google Chrome. Google menyebut sistemnya menerima sekitar satu juta permintaan verifikasi konten setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *