KITAINDONESIASATU.COM – Antrean pembeli iPhone 18 Pro Series di sejumlah gerai Jakarta pada Jumat, 16 Oktober 2026, menjadi perhatian di tengah tekanan daya beli masyarakat.
Tingginya antusiasme terhadap ponsel premium tersebut dinilai belum mencerminkan kondisi ekonomi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai fenomena ini menunjukkan konsumsi barang mahal masih bertahan di kalangan masyarakat berpendapatan tinggi.
Sementara itu, sebagian kelompok masyarakat lainnya masih menghadapi tekanan ekonomi yang memengaruhi kemampuan belanja mereka.
Keramaian terlihat di Digimap Grand Indonesia sekitar pukul 11.00 WIB. Antrean serupa juga terjadi di Hello Store yang berada di pusat perbelanjaan tersebut.
Sebagian besar konsumen datang untuk mengambil pesanan iPhone 18 Pro Series yang telah dipesan sebelumnya, sedangkan pengunjung lainnya membeli perangkat secara langsung.
Antusiasme Ponsel Premium Tak Mewakili Daya Beli Semua Kelompok
Lonjakan pengunjung juga terlihat di lokasi pengambilan pesanan awal iPhone 18 Pro Series di Royal Glasshouse, Park Hyatt, Jakarta.
Tempat yang dikelola iBox, peritel produk Apple di bawah Erajaya Swasembada, sempat diwarnai ketegangan akibat perebutan urutan antrean.
Situasi tersebut diduga berkaitan dengan kesempatan memperoleh hadiah MacBook Neo bagi konsumen yang menempati posisi pertama hingga kesepuluh.
Antusiasme terhadap promosi itu menambah perhatian publik terhadap tingginya minat konsumen pada produk teknologi premium.
Menurut Nailul Huda, kemampuan membeli perangkat dengan harga tinggi masih terkonsentrasi pada kelompok kelas atas dan menengah atas yang memiliki pendapatan relatif stabil.




