KITAINDONESIASATU.COM – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau AI dalam produksi animasi semakin meluas dan menjadi sorotan di Indonesia.
Tren ini mencuat sejak pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital memperkenalkan konten animasi berbasis AI untuk program publik pada awal 2025.
Keputusan tersebut memicu perdebatan karena dinilai menggeser peran studio animasi konvensional yang selama ini mengandalkan tenaga profesional.
Seiring perkembangan teknologi, pembuatan animasi kini dapat dilakukan lebih cepat dan efisien dengan bantuan platform berbasis AI.
Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang serta biaya besar kini bisa disederhanakan hanya melalui perintah digital.
Hal ini mendorong semakin banyak pihak, baik individu maupun perusahaan, memanfaatkan teknologi tersebut untuk berbagai kebutuhan konten.
Dampak AI bagi Industri dan Tenaga Kerja
Fenomena ini dinilai membawa dua sisi berbeda dalam industri animasi. Di satu sisi, teknologi AI membuka akses lebih luas bagi kreator baru sehingga industri menjadi lebih inklusif.
Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran terkait keberlangsungan profesi animator yang berpotensi tergeser oleh otomatisasi.
