Inovasi

Pupuk Mandiri, Solusi Tingkatkan Produksi Saat Pupuk Mahal

×

Pupuk Mandiri, Solusi Tingkatkan Produksi Saat Pupuk Mahal

Sebarkan artikel ini
Pupuk oplosan
Petani Jombang mengoplos pupuk untuk meningkatkan produksi. foto disperta jombang

KITAINDONESIASATU.COM – Peningkatan produksi menjadi kunci peningkatan produktivitas usaha tani. Upaya meningkatkan hasil dapat ditempuh dengan memperhatikan faktor faktor produksi.

Pupuk merupakan salah satu zat yang dibuat manusia untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, hingga meningkatkan produksi pertanian.

Dilansir dari laman Diperta Kabupaten Jombang mengungkapkan satu sisi, pupuk bersubsidi masih dianggap kurang oleh petani dan mahal jika membeli pupuk non subsidi.

Untuk mentatasi kelangkapan dan mahalnya pupuk petani harus menyiasati dengan memperbanyak pupuk secara mandiri.

PPL Kecamatan Jombang mengajak petani untuk memperbanyak pupuk yang ada secara mandiri dengan menggunakan teknologi yang dapat di terapkan petani.

Para petani dari kelompoktani Sumberwinong Desa Banjardowo Kecamatan Jombang, Jawa Timur melakukan terobosan cara membuat pupuk oplosan yang bisa menggantikan mahalnya pupuk.

Berikut bahan- bahan yang digunakan untuk perbanyakan pupuk vegetatif :

  • Bokashi 6 karung
  • Urea 10 kg
  • Phoska 10 kg
  • Dedak 4 kg
  • Dolomit 4 kg
  • Tetes 2 gls
  • Aktivator (penambat N pelarut P)100 ml
  • Gula putih 2 sdm

Alat yang digunakan

  • Baskom
  • Karung
  • Gembor penyiram
  • Cangkul
  • Cara pembuatan
  1. Larutkan gula kedalam activator (untuk membangunkan mikroorganisme dalam activator), diamkan selama 30 – 60 menit
  2. Tambahkan tetes kedalam dedak sampai campuran berbentuk seperti tiwul
  3. Siapkan terdahulu 3 karung bokashi untuk membuat lapisan bawah, tambahkan dolomit, lalu taburkan urea dan phonska. Setelah itu tambahkan dedak (berbentuk tiwul).
  4. Siram secara perlahan dengan larutan activator.
  5. Lapisi dengan sisa bokashi yaitu 3 karung, setelah itu di aduk secara merata
  6. Perhatikan tekstur, kelembapannya (mawur)
  7. Masukan hasil campuran tersebut kedalam karung, ikat dengan rapat dan fermentasi sekitar 14 hari.

Setelah dilakukan proses fermentasi selesai, hasil perbanyakan pupuk dapat diaplikasikan pada tanaman saat umur 15 hst, 25 hst.

Sebagai pupuk yang digunakan pada fase vegetatif, pupuk ini berfungsi merangsang pertumbuhan tunas baru, daun muda, mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman, dan dapat meningkatkan pembentukan klorofil daun.

Widiyanti, koordinator PPL Kecamatan Jombang menyampaikan bahwa perbanyakan yang dilakukan memiliki banyak manfaat, tidak hanya jumlah yang bertambah tetapi juga penambahan bokashi.

“Pemberian bokashi ke lahan sebagai langkah awal untuk mengembalikan kesuburan tanah di Jombang. Mengingat kondisi tanah memiliki kandungan bahan organiknya dibawah 2 %,” imbuh Widi.

Hasil praktek perbanyakan dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman, sehingga pertumbuhan dapat optimal dan hasil dapat meningkat. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *