KITAINDONESIASATU.COM -Ratusan warga menggeruduk pondok pesantren (Ponpes) Al Qona’ah yangdi Kampung Jarakosta Asem, Desa Karangmukti, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi.
Hal itu dilakukan warga lantaran diduga guru ngaji dan pemilik Ponpes didugga telah melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah santriwati.
Ernawati (32) warga yang juga masih memiliki hubungan dengan salah satu korban menuturkan kedatangan warga ke lokasi ponpes karena kesal adanya dugaan tindakan asusila di lingkungan ponpes dan meminta pihak kepolisian agar bisa segera mengamankan terduga para pelaku.
“Itu diulur-ulur terus sama pak Lurah di jaga-jagain takut warga menggeruduk juga gitu, iya lama jadinya prosesnya jadi ngeliatnya gak tahan pengen mukul aja, kasian juga kan sama korbannya juga masih dibawah umur juga kan gitu,” ujar Ernawati saat ditemui di lokasi saat ratusan warga mengepung terduga para pelaku didalam ponpes, Jumat 27 September 2024 malam.
Lebih lanjut kata Ernawati, selain itu juga warga kesal karena tidak seharusnya guru ngaji dan pemilik ponpes Al Qona’ah yang juga masih memilik hubungan ayah dan anak itu mencabuli para santriwatinya yang masih dibawah umur.
“Pertama kan anak dibawah umur, juga ini kan pesantren maksudnya gitu apa lagi pengasuh pesantren bisa kaya gitu sama muridnya gitu, gak nyangka lah orangnya juga alim bangat sampai warga juga gak nyangka,” ujarnya.
Erna yang rumahnya tak jauh dari lokasi ponpes itu menyebut kondisi ponpes yang tertutup membuat warga tak banyak tahu aktivitas didalam ponpes tersebut.
“Dia (korban) juga pas bilang-bilang pas udah rame baru dia bilang gitu baru ketauan nya, iya gak berani kaya bungkam gitu orangnya, pas rame orang pada laporan baru buka mulut bilang ke orang tuanya gitu,” ungkapnya.

