KITAINDONESIASATU.COM – Duka mendalam menyelimuti kawasan tambang raksasa di Papua setelah tragedi penembakan misterius menewaskan seorang pekerja. Jenazah Simson Mulia (48), karyawan CV Mpeigelah yang menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal, akhirnya diterbangkan dari Timika menuju Jakarta sebelum dimakamkan di kampung halamannya di Bandung, Jawa Barat.
Peristiwa tragis itu terjadi di area bekas tambang terbuka Tambang Grasberg, kawasan operasional milik PT Freeport Indonesia, di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. Simson dilaporkan tewas setelah ditembak saat sedang mengendarai kendaraan operasional jenis Light Vehicle (LV) bernomor lambung 4446.
Kapolsek Tembagapura, Firman, mengungkapkan jenazah korban diterbangkan dari Timika ke Jakarta menggunakan pesawat milik Airfast Indonesia dengan pengawalan ketat dari aparat Reskrim Polsek Tembagapura serta tim investigasi perusahaan tambang tersebut.
“Korban akan dimakamkan di kampung halamannya di Bandung, Jawa Barat,” ujar Firman, Kamis (12/3).
Simson diketahui meninggal dunia pada Rabu pagi (11/3/2026). Ia terkena tembakan peluru tajam yang menghantam telinga kanan dan tembus hingga ke telinga kiri, menyebabkan luka fatal yang merenggut nyawanya seketika.
Pasca-insiden berdarah itu, aparat gabungan dari Satgas Amole, Polres Mimika, dan Polsek Tembagapura langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area tambang pada Kamis (12/3) pagi. Proses penyelidikan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Mimika guna mengungkap pelaku di balik penembakan misterius tersebut.
Meski begitu, polisi masih belum dapat memastikan kelompok mana yang bertanggungjawab atas aksi brutal tersebut. Namun aparat mengakui kawasan Grasberg memang kerap menjadi jalur lintasan berbagai pihak, termasuk kelompok kriminal bersenjata.
“Area itu sering dilalui warga dari Intan Jaya atau Ilaga menuju kampung-kampung di sekitar Tembagapura. Bahkan karyawan tambang sering melihat masyarakat melintas di sana,” jelas Firman.
Insiden ini pun memicu kekhawatiran soal keamanan di wilayah tambang strategis tersebut. Pihak kepolisian memperkirakan manajemen PT Freeport Indonesia akan meminta penambahan pasukan keamanan guna memastikan keselamatan para pekerja yang beraktivitas di kawasan bekas tambang terbuka maupun tambang bawah tanah di sekitar Grasberg.
Sebelumnya, perusahaan tambang tersebut menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Simson Mulia.
Vice President Corporate Communications, Katri Krisnati, menyatakan seluruh jajaran perusahaan sangat terpukul atas kehilangan salah satu rekan kerja mereka.
“Keluarga besar PTFI sangat berduka atas kehilangan seorang rekan kerja bernama Simson Mulia. Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya. (*)


