Hukum

Pelaku Belum Ditangkap, Korban Penyiraman Air Keras di Bekasi Lapor LPSK

×

Pelaku Belum Ditangkap, Korban Penyiraman Air Keras di Bekasi Lapor LPSK

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi air keras. (Ist)
Ilustrasi air keras. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Keluarga korban penyiraman air keras memastikan melapor ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) buntut kasus penyiraman air keras yang dialami seorang pria berinisial VU (38) di Perumahan Pejuang Pratama, Medan Satria, Kota Bekasi.

Adik dari VU, yaitu TA, menjelaskan laporan itu dibuat karena ia dan keluarganya masih dihantui rasa takut lantaran pelaku tak kunjung ditangkap.

“Sudah melakukan komunikasi dengan LPSK. Intinya kami sekeluarga meminta perlindungan karena pelaku belum ditangkap,” ucap TA kepada wartawan dikutip Senin (23/12/024).

Baca Juga  Tragis! Bocah Perempuan 5 Tahun Tewas Terjatuh dari Lantai 27 Apartemen di Tamansari

TA menjelaskan, permintaan perlindungan ini diharapkan jadi jalan terakhir bagi ia dan keluarga agar polisi segera menangkap pelaku.

Sebab, teror berulang yang terjadi sejak bulan Agustus hingga November tersebut membuat ia dan keluarganya membatasi aktivitas di luar rumah.

“Kami berharap pelakunya dapat ditangkap agar kami sekeluarga dapat tenang melakukan aktivitas lagi,” jelas TA. 

Sebagai informasi, VU, korban penyiraman air keras, telah mengalami enam kali teror di wilayah Pejuang Pratama, Medan Satria, Kota Bekasi. 

Rangkaian teror tersebut berlangsung sejak Agustus 2024, dengan kejadian pertama berupa perusakan ban mobil.

Baca Juga  Polisi Kejar Pelaku Tawuran yang Siram Air Keras ke Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Cilincing

Di bulan Oktober, teror berlanjut dengan empat kali aksi perusakan mobil. 

Puncak teror yang dialami oleh VU terjadi pada Sabtu (30/11/2024), ketika VU menjadi korban penyiraman air keras, yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit.

TA mengungkapkan bahwa kejadian tersebut membuat keluarganya hidup dalam ketakutan. Mereka kini lebih waspada, terutama setelah insiden penyiraman air keras yang terjadi di dekat rumah.

“Kami memantau CCTV setiap hari untuk memastikan tidak ada orang mencurigakan yang mendekati rumah. Bahkan, kami mengurangi aktivitas di luar untuk menghindari ancaman baru,” ungkap TA. (Joy Andre).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *