KITAINDONESIASATU.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggencarkan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Kali ini, sorotan mengarah pada sosok pimpinan DPRD yang juga Sekjen DPC Golkar Kabupaten Pekalongan, M. Asror alias Ruben Prabu Faza, yang diperiksa penyidik di Mapolres Pekalongan Kota.
Nama Ruben mencuat karena didalami keterkaitannya dengan proyek pengadaan tenaga outsourcing periode 2023 hingga 2026. Ia juga diketahui pernah menjabat sebagai Wakil Direktur di PT Raja Nusantara Berjaya—perusahaan yang disebut-sebut dekat dengan lingkaran kekuasaan.
Meski dicecar pertanyaan awak media, Ruben memilih irit bicara. Ia mengaku pemeriksaan masih berkutat pada isu outsourcing dan belum terlalu mendalam.
“Enggak banyak, masih seputar outsourcing,” ujarnya singkat.
Namun di balik jawaban singkat itu, KPK diduga tengah mengunci pintu masuk penting dalam kasus ini. Data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kabupaten Pekalongan mengungkap, sepanjang 2026 saja terdapat sedikitnya 12 paket proyek terkait PT RNB dengan nilai fantastis mencapai Rp4,4 miliar—sebagian besar berkaitan dengan penyediaan tenaga outsourcing.
Ruben pun mengisyaratkan bahwa pemeriksaan belum selesai dan akan berlanjut setelah jeda istirahat.
“Kita ikuti saja, nanti masih sambung lagi,” katanya. (*)



