Hukum

Kejagung Temukan Fakta Baru, Usai Periksa Eks Ketua PN Surabaya

×

Kejagung Temukan Fakta Baru, Usai Periksa Eks Ketua PN Surabaya

Sebarkan artikel ini
Direktur Penyidikan Jampidsus Abdul Qohar. (Ist)
Direktur Penyidikan Jampidsus Abdul Qohar. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Usai memeriksa mantan Ketua Pengadilan Negeri Surabaya Rudi Suparmono (RS), penyidik Kejaksaan Agung menemukan fakta baru yang tengah dikembangkan.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Nasution, ada fakta baru terungkap ketidaksinkronan antara penggeledahan penyidik dan pengakuan para saksi terkait RS.

Dari hasil pemeriksaan mantan kuasa hukum Ronald Tannur, Lisa Rahmat (LR), RS diduga menerima uang 20.000 dolar Singapura dan 43.000 dolar Singapura, sehingga total sebesar 63.000 dolar Singapura.

“Uang tersebut direncanakan untuk membebaskan Ronald Tannur dari dakwaan pembunuhan terhadap kekasihnya,” ujar Harli dalam keterangan pers, pada Rabu (15/1/2025) di Jakarta.

Baca Juga  Kejagung Sita Rumah Mewah Milik Buronan Riza Chalid di Bogor

Padahal, katanya. uang yang ditemukan saat penyidik menggeledah mobil di kediaman RS, terdiri atas 388.600 dolar AS, 1.099.626 dolar Singapura, dan Rp1,72 miliar.

Jika dikonversikan dengan nilai rupiah jumlahnya lebih kurang Rp21.141.956.000. “Jadi, fakta yang kami dapat, tidak sesuai dengan pengakuan LR saat diperiksa,” ujar Harli.

Hal senada diungkapkan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Abdul Qohar di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Selasa (14/1) malam.

Dia katakan, jumlah uang yang diamankan lebih banyak dari informasi hasil pemeriksaan mengenai nilai uang suap yang didapatkan.

Baca Juga  Hakim Diminta Tolak Praperadilan Nadiem Makarim

“Kita ternyata menemukan lebih dari apa yang diduga diterima RS,” ucap Qohar.

Oleh karena itu, lanjutnya, penyidik akan menelusuri kelebihan uang tersebut dalam pemeriksaan-pemeriksaan selanjutnya.

“Untuk itu, kelebihan uang ini nanti akan kita dalami dari mana uang itu berasal. Untuk kepastiannya dari mana, saya minta teman-teman sabar. Semua pasti perlu proses,” tuturnya. (Aris MP/Yo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *