KITAINDONESIASATU.COM- Peta politik Kabupaten Bogor menunjukkan dinamika baru. Sedikitnya tujuh mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai NasDem secara terbuka menyatakan sikap politik dengan mendatangi Kantor DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bogor di Ruko Victoria, Babakan Madang. Langkah kolektif ini menjadi sinyal kuat pergeseran loyalitas elite partai di tingkat daerah.
Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi politik. Para mantan Ketua DPC NasDem itu secara tegas menyatakan siap menanggalkan identitas lama dan bergabung penuh ke PSI. Perpindahan tokoh struktural ini dinilai sebagai indikasi adanya kegelisahan internal di tubuh NasDem, sekaligus memperlihatkan meningkatnya daya tarik PSI sebagai rumah politik baru.
Dalam pertemuan tertutup tersebut, para mantan pengurus NasDem secara bergiliran mengemukakan alasan kepindahan mereka. PSI dinilai menawarkan arah perjuangan politik yang lebih konsisten, progresif, dan relevan dengan tantangan politik kekinian, khususnya dalam isu hak-hak perempuan, pluralisme, dan peran strategis generasi muda.
“Kami ingin berpolitik secara bermartabat. Fokus pada hak perempuan, merawat keberagaman, dan memberi ruang nyata bagi anak muda. PSI memberi kepastian arah itu,” ungkap salah satu narasumber pertemuan, Rabu 4 Febuari 2026.
Para mantan Ketua DPC NasDem itu menegaskan bahwa Trilogi PSI — Berdaulat dalam Politik, Berdikari di Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan — menjadi daya tarik utama. Nilai tersebut diperkuat dengan semangat PSI dalam menebar kebajikan, merawat keragaman, dan meneguhkan solidaritas.
Mereka juga menyatakan komitmen untuk tunduk dan patuh terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PSI, mengikuti seluruh instruksi partai, serta siap bekerja sebagai kader ideologis, bukan sekadar penumpang politik.
“Kami tidak ingin menjadi kader instan. Kami siap berproses, mengikuti aturan, dan bekerja sesuai garis perjuangan partai,” tegas salah satu mantan Ketua DPC NasDem.
Ketua Umum DPD PSI Kabupaten Bogor, Rena D Frina, membenarkan dan menyambut langsung kedatangan para mantan Ketua DPC NasDem tersebut. Ia menilai langkah ini sebagai bentuk kepercayaan terhadap PSI sebagai partai masa depan.
Menurut Rena, bergabungnya para tokoh berpengalaman ini akan memperkuat struktur organisasi, jaringan akar rumput, serta konsolidasi PSI, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kabupaten Bogor.
“Kami tidak melihat latar belakang partai sebelumnya. Yang kami lihat adalah kesamaan nilai, semangat perubahan, dan komitmen bekerja untuk rakyat,” ujar Rena.
Ia menambahkan bahwa PSI Kabupaten Bogor terbuka bagi siapa pun yang ingin berjuang secara bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Kedatangan para mantan Ketua DPC NasDem tersebut juga mendapat sambutan langsung dari Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Aston Sinaga. Kehadirannya menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar agenda lokal, melainkan bagian dari dinamika nasional PSI dalam menyerap kekuatan baru.
Ronald menegaskan bahwa PSI bukan tempat transit politik, melainkan rumah perjuangan jangka panjang bagi kader yang siap bekerja dan berproses.
“PSI tidak menjual jabatan, tidak menawarkan karpet merah. Yang kami tawarkan adalah kerja keras, disiplin, dan keberpihakan pada nilai,” tegas Ronald Aston Sinaga atau yang akrab disapa Brooron.
Ia menyebut bergabungnya mantan Ketua DPC NasDem sebagai indikasi kuat bahwa PSI semakin dipercaya sebagai kendaraan politik yang konsisten dan berani mengambil posisi berbeda.
Perpindahan sedikitnya tujuh mantan Ketua DPC NasDem ke PSI dinilai pengamat sebagai lonceng peringatan dini menjelang kontestasi politik mendatang. Peralihan loyalitas tokoh struktural, bukan kader biasa, menunjukkan adanya pergeseran politik yang signifikan di tingkat daerah.
Apakah langkah ini akan diikuti gelombang perpindahan kader lainnya, masih harus menunggu waktu. Namun satu hal mencolok, PSI Kabupaten Bogor kini muncul sebagai magnet baru dalam lanskap politik lokal. (Nicko)






