KITAINDONESIASATU.COM – Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kadang-kadang memang membuat keluarganya putus asa untuk mengatasinya.
Hingga akhirnya keluarga memutus membatasi pergerakan salah satu keluarganya yang mengidap OGJ itu dengan memasung, hingga merantai.
Seperti yang terjadi di Desa Karangrejo, Kecamatan Sampung, kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Kasus seperti ini sebenarnya juga banyak ditemukan seperti di wilayah Kabupaten Blitar juga banyak penderita ODGJ bernasib yang sama.
Namun kasus yang menimpa seorang ODGJ bernama Slamet berusia 73 tahun ini harus menerima kenyataan yang dilakukan keluargannya dengan merantai selama puluhan tahun.
Selama puluhan tahun Slamet hidup dalam jeratan rantai besi yang kini terlihat sudah karatan, kini ia bebas.
Slamet berhasil dibebaskan oleh petugas dan kini menjalani perawatan kesehatan secara insentif di RSUD dr Harjono Ponorogo.
Kampung Slamet ini berdekatan dengan kampung Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang hanya berjarak satu desa dengan rumah bupati.
Tenaga kesehatan dari Ponorogo Selasa (8/10/2024) berhasil membebaskan Slamet degan disaksikan warga dan Muspika dan tenaga medis dari Puskesmas setempat.
Kepala Puskesmas Sampung, dr Imam Asyari mengungkapkan jika Slamet dirantai sejak usia muda atau 25 tahun yang lalu.
Sementara pembebasan Slamet ini sudah menjadi kesepakatan keluarga dan pemerintah setempat.
Karena terlalu lama diikat rantai besi, menyebabkan Slamet harus dibantu berjalan.
Sementara Slamet sendiri saat ini hidup dan tinggal bersama dengan ibunya yang kini sudah berusia 90 tahun.
Untuk memenuhi kebutuhan makan Slamet diperoleh dari kerelaan dari bantuan saudara dan tetangga di sekitar rumah mereka.
Dilansir dari laman gemasuryafm.com pemasungan dilakukan karena yang bersangkutan kerap mengamuk hingga merusak fasilitas umum.
Aksi amukan itu membuat warga di sekitar rumahnya ketakutan hingga akhirnya keluarganya merantai Slamet hingga sekarang.
Sebelum dilepas Slamet telah memperoleh perawatan dari puskesmas berupa obat-obatan, namun nampaknya belum efektif.
Sehingga harus mendapatkan perawatan lebij intensif di RSUD Dr Hardjono guna menstabilkan emosi Slamet yang labil hingga kerap mengamuk.
Menurut petugas kesehatan secara fisik sebenarnya Slamet tidak ada masalah, namun hanya kurang terawat, bahkan sesekali masih nyambung diajak berkomunikasi.
Sementara gangguan jiwa dari pria bernama Slamet ini menurut informasi didiga karena ditinggal menikah oleh kekasihnya saat masih muda. **






