Pemicu utama intervensi Yaman adalah serangan udara masif AS-Israel ke Iran sejak 28 Februari 2026 yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi dan warga sipil.
Sebagai respons, Yaman memilih menggunakan rudal balistik Yaman untuk memberikan tekanan balik. Langkah ini semakin memperkeruh situasi konflik Israel-Iran di kawasan Timur Tengah.
IDF melaporkan telah mendeteksi peluncuran rudal balistik Yaman dari wilayah Yaman dan mengaktifkan sistem pertahanan udara Arrow untuk mencegat ancaman tersebut.
Meski demikian, sirene bahaya sempat berbunyi di sejumlah kota selatan Israel, memicu kepanikan warga. Insiden ini membuktikan bahwa rudal balistik Yaman memiliki jangkauan yang mengkhawatirkan dalam peta konflik Israel-Iran.
Pernyataan resmi Yaman juga menegaskan bahwa operasi rudal balistik Yaman akan terus berlanjut hingga agresi terhadap front perlawanan dihentikan. Komitmen ini menunjukkan bahwa Yaman tidak main-main dalam menyikapi konflik Israel-Iran.
Dunia kini menanti respons lanjutan dari Israel dan sekutunya.
Para pengamat mencatat bahwa keterlibatan Yaman melalui rudal balistik Yaman berpotensi memperluas skala konflik Israel-Iran ke wilayah regional yang lebih luas.
