Berita UtamaNews

Waspada Ekstrem, BMKG Peringatkan Potensi Longsor Susulan di sejumlah Wilayah Jabar

×

Waspada Ekstrem, BMKG Peringatkan Potensi Longsor Susulan di sejumlah Wilayah Jabar

Sebarkan artikel ini
3bhgllgezrkwegr
Ilustrasi tanah longsor.

KITAINDONESIASATU.COM – Bencana tanah longsor yang menghantam permukiman warga di Citeureup, Bogor, Senin (12/1), menjadi sinyal bahaya serius bagi wilayah lain di Jawa Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun langsung mengeluarkan peringatan khusus: potensi pergerakan tanah di Jawa Barat bagian selatan berada pada level tinggi hari ini, Selasa (13/1/2026).

Curah hujan yang mengguyur tanpa henti selama sepekan terakhir membuat kondisi tanah kian rapuh. Tanah yang sudah jenuh air, berpadu dengan kontur perbukitan curam, memicu lonjakan risiko longsor. BMKG mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah agar tidak lengah, terutama saat hujan intens mengguyur wilayah rawan pada sore hingga malam hari.

Baca Juga  Khamenei akan Dimakamkan di Mashhad, Iran Masuki Fase Transisi Politik

Berdasarkan peta prakiraan PVMBG dan analisis cuaca BMKG, sejumlah wilayah di Jawa Barat Selatan kini masuk kategori zona merah pergerakan tanah, yakni Kabupaten Bogor: Sukajaya, Nanggung, dan Citeureup (rawan longsor susulan);  Kabupaten Sukabumi: Cisolok, Nyalindung, dan Gegerbitung;

Kabupaten Cianjur: Cibeber, Sukanagara, dan Pagelaran; Kabupaten Garut: Banjarwangi, Singajaya, dan Cilawu; dan Kabupaten Tasikmalaya: Salawu dan Karangjaya.

Analis cuaca BMKG menegaskan, bahwa fenomena rain-induced landslide atau longsor akibat hujan berkepanjangan sangat berpotensi terjadi di kawasan Jabar Selatan.

Baca Juga  DKI Buka Lowongan 11 Ribu Petugas Pemadam Kebakaran, Upaya Tingkatkan Keselamatan Warga

“Setelah hujan berhari-hari, pori-pori tanah terisi penuh air sehingga ikatan antarpartikel melemah. Getaran kecil atau tambahan hujan hari ini bisa langsung memicu pergerakan tanah secara tiba-tiba,” katanya.

Tiga Tanda Bahaya yang Tak Boleh Diabaikan:

  1. Cermati Retakan Tanah: Jika muncul retakan di tanah, dinding rumah, atau pohon mulai miring, segera mengungsi.
  2. Waspadai Air Berubah Keruh: Aliran air atau mata air yang mendadak keruh berlumpur bisa menjadi sinyal awal tanah di atasnya mulai bergerak.
  3. Jauhi Lereng Saat Hujan Lebat: Bila hujan berlangsung lebih dari dua jam, warga di zona merah disarankan mengungsi sementara ke lokasi aman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *