Berita Utama

Warga Kampung Rajeg Tangerang Terisolir

×

Warga Kampung Rajeg Tangerang Terisolir

Sebarkan artikel ini
pintugerbang
Istimewa

KITAINDONESIASATU.COM-Aktifitas warga Kampung Rajeg Tegal, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, terhambat akibat jalan desa yang menjadi akses utama masyarakat yang diduga ditutup oleh perusahaan berinisial PT ACI.

Seperti dilansir Radarbanten.co.id, Senin (24/08/2026), dari pantauan di lokasi hari  Senin jalan desa itu tidak dapat dilalui warga verjalan kaki maupun berkendaraan. Jalan telah ditutup menggunakan pagar beton dengan sebuah pintu gerbang besi berwarna biru. Di dalam area yang dipagari juga terpasang plang bertuliskan “TANAH INI MILIK PT ACI”.

Akibat penutupan jalan tersebur, warga harus mencari jalur alternatif, melalui kawasan Perumahan Rajeg Residence 3. Akan tetapi, penggunaan jalan perumahan sebagai akses alternatif justru menimbulkan persoalan baru. Karena, warga perumahan keberatan jika jalan lingkunan dijadikan jalan umum.

Bahkan, ketegangan sempat terjadi ketika sejumlah kendaraan roda empat melintas dan terlibat adu mulut dengan warga perumahan tersebut. Pengelola perumahan kemudian memasang portal untuk membatasi kendaraan yang melintas di kawasannya.

Salah seorang warga Kampung Rajeg Tegal, Sukra (47), mengatakan bahwa warga mempertanyakan status lahan yang kini dipagari oleh pihak swasta. Menurutnya, beredar informasi bahwa lahan itu diperoleh melalui proses lelang dan akan dibangun. Namun, warga belum mengetahui secara pasti rencana pembangunannya.

“Infonya lahan itu dibeli dari hasil lelang dan mau dibangun. Namun, kami warga di sini, sama sekali tidak mendengar kabar kepastiannya,” ujar Sukra saat ditemui di lokasi.

Sukra juga mempertanyakan status jalan yang selama ini digunakan masyarakat sejak 1980-an. Untuk itu, warga minta penjelasan dari aparatur desa mengenai status dan kepemilikan jalan tersebut.

“Pertanyaannya, masa jalan desa dijual dan pihak desa sampai tidak tahu? Kok bisa dijual? Sekarang pengembang memagari jalan, akhirnya kami tidak punya akses lagi,” keluh Sukra.

Masih kata Sukra, penutupan akses juga berdampak terhadap kendaraan kecil dan angkutan lingkungan, termasuk odong-odong, yang kini tidak diperbolehkan melintasi jalur alternatif di kawasan perumahan.

Ia menilai, kondisi tersebut semakin menyulitkan warga karena di ujung jalan yang ditutup terdapat jembatan yang menghubungkan wilayah tersebut dengan desa lainnya. “Itu kan ada jembatan, masa sekarang jadi jalan buntu. Kecuali tidak ada jembatan, baru boleh dikata buntu. Sekarang kalau ditutup semua, warga kecil seperti kami yang paling merasakan dampaknya,” tuturnya.

Untuk itu, Pemerintah Desa Rajeg dan pihak terkait segera memberikan kejelasan mengenai status jalan serta mencari solusi agar akses mobilitas masyarakat tetap tersedia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *