KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono meminta para petani dan pengusaha kelapa sawit nasional untuk tidak merasa khawatir atau cemas terkait keberadaan dan operasional Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Hal tersebut disampaikan usai menerima perwakilan petani dan pengusaha kelapa sawit Indonesia serta pihak terkait menyusul anjloknya harga tandan buah segar (TBS) di petani yang turun antara Rp5.00 hingga Rp1.000 per kilo.
Wamentan menegaskan dengan jelas bahwa PT DSI dibentuk bukan untuk mencari keuntungan finansial (non-profit orientied). Lembaga ini tidak akan mengambil untung dari para pelaku usaha. Ditegaskan, masa transisi dimulai pelaksanaan ekspor ini pada 1 Juni – 31 Agustus 2026 ekspor komoditas tetap berjalan.
Peran utama PT DSI merupakan pengawas ekspor secara transparan dan akuntabel. Ia menegaskan tujuan pembentukan DSI, yakni untuk meminimalisir atau untuk mengidentifikasi kerugian-kerugian negara atas praktik-praktik yang selama ini diduga dilaksanakan oleh oknum-oknum tertentu dalam perdagangan ekspor sumber daya alam (SDA) strategis.
Ditambahkan, dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait baik itu Danantara maupun Pak Mentan dan Pak Menko, disampaikan bahwa PT DSI adalah perusahaan pengelola dan pengawas, yang melakukan secara transparan dan akuntabel nantinya, kemudian tidak mengambil keuntungan.
“Saya ulangi, tidak mengambil keuntungan,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di kantornya kepada wartawan di Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026).
Menurut Sudaryono, kehadiran DSI tidak berdampak pada kelangsungan bisnis para pengusaha sawit, terutama bagi mereka yang selama ini sudah berjalan sesuai aturan.
Pemerintah hanya ingin memberantas praktik-praktik ilegal seperti under invoicing hingga transfer pricing dalam perdagangan ekspor Sumber Daya Alam (SDA) strategis. Diharapkan dengan informasi ini, pengusaha di hilir tetap melaksanakan kegiatan seperti biasa.
Sebelumnya, para petani kelapa sawit mengeluhkan anjloknya TBS yang turun berkisar Rp500 – Rp1.000 per kilo pasca pengumuman Presiden Prabowo yang membentu DSI. Ini membuat mereka menjerit karena menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah pasca pengumuman tersebut. Para petani berharap harga TBS sawit kembali normal.
Para petani berharap dengan adanya pengumuman tersebut, harga TBS sawit kembali normal hingga tidak merugikan petani. (*)

