Berita UtamaNews

Wali Kota Surabaya Minta Petugas Satpol PP di Lapagan Lebih Humanis dalam Setiap Tindakannya

×

Wali Kota Surabaya Minta Petugas Satpol PP di Lapagan Lebih Humanis dalam Setiap Tindakannya

Sebarkan artikel ini
walikota eri cahyadi
Walikota Eri Cahyadi saat memberikan instruksi kepada Satpol PP agar bersikap humanis saat berinteraksi dengan masyarakat kapan pun dan apapun kondisinya, Senin (28/9/2026). foto: humas surabaya

KITAINDONESIASATU.COM – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta kepada petugas di lapangan khususnya petugas Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP bersikap lebih humanis, Senin (28/9/2026).

“Pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam setiap tindakan petugas Satpol PP saat berinteraksi dengan masyarakat di lapangan,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi menekankan di hadapan ratusan Satpol PP.

Menurut Eri Cahyadi Pemkot Surabaya terus berkomitmen ingin meningkatkan kualitas pelayanan dan penertiban di lapangan yang lebih humanis kepada setiap anggota masyarakat.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai dinamika yang terjadi di lapangan, mulai dari penertiban eksploitasi hewan, donasi ilegal, hingga kesalahpahaman saat bertugas.

Wali Kota Cak Eri menekankan bahwa penindakan di lapangan harus sesuai prosedur dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan.

“Saya selalu menyampaikan kepada semua petugas Satpol PP untuk mengedepankan aspek humanis ketika sedang melakukan penertiban atau bertanya pada masyarakat,” jelasnya.

Wali Kota Eri juga memberikan klarifikasi mengenai kejadian viral petugas Satpol PP yang diduga menghentikan laju ambulans yang sedang membawa pasien.

Berdasarkan pemeriksaan internal oleh Kasatpol PP, petugas di lapangan bertindak atas dasar kehati-hatian karena melihat kondisi spion ambulans yang tertutup saat sirine berbunyi.

“Petugas ingin memastikan apakah ambulans tersebut benar-benar membawa pasien. Setelah mengetahui ada pasien di dalamnya, ambulans langsung dipersilakan melanjutkan perjalanan,” jelasnya.

Menurut Wali Kota Eri tidak menunjukkan kemungkinan adanya kekeliruan dalam penggunaan gaya bahasa dan cara berkomunikasi petugas di lapangan sehingga memicu salah paham.

“Sikap kehati-hatian itu penting, tetapi cara bertanyanya harus diperbaiki. Jangan sampai yang digunakan menimbulkan persepsi atau ketegangan kalimat yang tidak perlu. Kalimat bertanya yang benar dan sopan itulah yang harus diajarkan,” tegas Wali Kota Eri.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemkot Surabaya melalui Satpol PP akan mengintensifkan pelatihan cara berkomunikasi yang efektif dan humanis bagi seluruh personel.

Dikatakan Eri Cahyadi, pendekatan persuasif tanpa kekerasan jauh lebih efektif dalam menegakkan aturan dan menjaga keamanan kota.

“Sekarang masyarakat bisa lihat sendiri, Satpol PP saat bertugas, bahkan saat menertibkan, komunikasinya jauh lebih humanis. Kami ajarkan bagaimana menegakkan aturan dan mengedukasi fungsi regulasi tanpa harus menggunakan kekerasan. Penertiban secara humanis itu jauh lebih baik,” tutupnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *