Ada yang berkomentar, “Begitu melekatnya rasa cinta almarhum pada kendaraannya,” atau “Keluarganya sangat menghargai apa yang diinginkan mendiang, haru melihatnya.”
Namun di sisi lain, tak sedikit pula yang memberikan reaksi kritis, bertanya-tanya mengenai alasan, makna, hingga kesesuaian tindakan tersebut dengan norma, adat, maupun ketentuan agama yang berlaku di masyarakat.
Beberapa komentar bernada candaan pun bermunculan, seperti “Di alam kubur dia nantang balapan sama malaikat,” hingga ucapan keheranan seperti “Astaghfirullah, begitukah caranya?”
Belum diketahui
Hingga berita ini disusun, belum diketahui secara pasti lokasi kejadian, identitas lengkap almarhum, maupun alasan spesifik di balik keinginan untuk membawa motor tersebut ke liang lahat.
Belum ada pula penjelasan resmi dari pihak keluarga atau tokoh masyarakat setempat mengenai makna di balik tradisi atau kebiasaan unik ini.
Kebanyakan tanggapan yang muncul di kolom komentar lebih didominasi rasa penasaran, heran, serta perdebatan ringan soal apakah hal ini boleh dilakukan atau tidak.
