KITAINDONESIASATU.COM – Situasi pascagempa dahsyat yang mengguncang Venezuela kian memprihatinkan. Berdasarkan pembaruan data terbaru, jumlah korban tewas akibat bencana tektonik tersebut dilaporkan melonjak drastis hingga menyentuh angka 920 orang.
Laporan resmi yang dihimpun oleh Editor Tribunnews.com, Garudea Prabawati, juga menunjukkan bahwa skala kerusakan infrastruktur yang masif berbanding lurus dengan jumlah korban selamat yang membutuhkan penanganan medis. Hingga saat ini, sedikitnya 3.360 orang dikonfirmasi mengalami luka-luka, mulai dari cedera ringan hingga kondisi kritis akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Tim penyelamat gabungan yang terdiri dari militer, relawan, dan badan penanggulangan bencana setempat terus berpacu dengan waktu di pusat-pusat reruntuhan. Kendati demikian, operasi pencarian berjalan lambat karena beberapa faktor krusial.
Banyak jalan utama menuju wilayah terdampak parah mengalami keretakan parah dan tertutup materil. Pemerintah Venezuela kini memprioritaskan pendirian tenda darurat dan rumah sakit lapangan guna menampung ribuan korban luka yang tidak lagi tertampung di fasilitas kesehatan setempat akibat keterbatasan kapasitas obat-obatan.
Sementara itu, dunia internasional mulai mengalirkan bantuan logistik dan tim penyelamat khusus ke Venezuela.
Fokus utama dalam 24 jam ke depan adalah menemukan korban yang diyakini masih terjebak di bawah beton bangunan, serta mendistribusikan air bersih guna mencegah penularan penyakit di kamp pengungsian.(*)
