KITAINDONESIASATU.COM — Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi kini terus bertambah.
Laporan terbaru tim gabungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya 8 orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Guncangan dahsyat tersebut merusakkan ribuan rumah warga, fasilitas umum, serta akses jalan utama di wilayah Flores. Selain korban tewas, belasan warga dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis darurat di posko kesehatan setempat.
Meski BMKG telah resmi mengakhiri peringatan dini tsunami usai pemantauan pasang surut air laut tidak menunjukkan anomali gelombang, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya kondusif. Tim SAR gabungan bersama TNI dan Polri terus menyisir lokasi-lokasi terdampak parah untuk mengevakuasi warga yang diduga masih terjebak di bawah puing bangunan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tinggal di tempat pengungsian sementara dan tidak memasuki bangunan yang rapuh guna menghindari bahaya gempa susulan.(*)




