Berita Utama

Ular Masih Mengancam Warga Lebak, Selama Dua Bulan 154 Warga Digigit Ular

×

Ular Masih Mengancam Warga Lebak, Selama Dua Bulan 154 Warga Digigit Ular

Sebarkan artikel ini
digigit ular
Korban digigit ular (ist)

KITAINDONESIASATU.COM– Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, periode Januari-Februari 2025, terjadi 154 kasus gigitan ular dan satu korban meninggal dunia. Hai ini menunjukkan  bahwa serangan ular masih menajdi ancaman di wilayah Kabupaten Lebak.  

Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk berhati-hati, terutama petani yang membuka ladang di hutan atau kebun. “Dinkes Lebak sangat konsen terhadap kasus gigitan ula. Apalagi tahun kemarin trennya naik. Padahal, pada 2023 kasus digigit ular sempat turun,” kata Budhi Mulyanto, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Lebak, Senin (10/3/2025).

Kata Budhi, terdapat beberapa jenis ular yang menggigit masyarakat mulai dari ular tanah, ular hijau, ular welang, sampai dengan ular kobra.“Dari 154 kasus didigit ular, gigitan ular tanah yang paling banyak, yaitu mencapai 112 kasus. Meski demikian, ular kobra tetap menjadi perhatian, karena sejak 2023 jumlah kasus gigitan ular kobra ada indikasi naik,” ujarnya.

Budhi berharap warga yang digigit ular untuk segera dibawa ke Puskesmas terdekat untuk dapat pengobatan. SOP penangan kasus gigitan ular, sekarang ini korban gigitan ular tidak langsung mendapat penangan obat Serum Antibisa Ular (SABU).

“Dengan SOP baru, tidak semua korban gigitan ular mendapatkan obat antibisa ular. Cukup dimobilisasi pemberian analisis ST, sporting sembuh tanpa antibisa ular. Yang diberi SABU hanya korban yang ada gangguan saraf dan pembekuan darah,” ungkap Budhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *