Berita UtamaSepakbola

Ujian Laga Persahabatan Brasil vs Prancis, Les Bleus Masih Tangguh Dengan 10 Pemain

×

Ujian Laga Persahabatan Brasil vs Prancis, Les Bleus Masih Tangguh Dengan 10 Pemain

Sebarkan artikel ini
Kylian Mbappe
Kylian Mbappe mencetak satu gol pada laga ujicoba melawan Brasil semalam. foto: x @Kylian Mbappe9

KITAINDONESIASATU.COM – Pertandingan sengit dua kandidat kuat Piala Dunia 2026 berakhir untuk kemenangan 2-1 Prancis atas Brasil pada laga ujicoba, Jumat (27/3/2026) dini hari WIB.

Dalam laga ini Kylian Mbappe dan Hugo Ekitz menjadi bintang penyelamat dengan dua gol yang membawa kegembiraan bagi Les Bleus hingga berakhir dengan kemenangan.

Sementara Brasil hanya mampu mencetak gol hiburan di menit-menit akhir melalui tendangan Gleison Bremer.

Stadion Gillette (AS) menjadi saksi bentrokan sengit antara Brasil vs Prancis, seakan menjadi pertandingan ulang final Piala Dunia 1998 yang legendaris itu.

Kedua pelatih, Carlo Ancelotti dan Didier Deschamps, melihat ini sebagai kesempatan emas untuk menilai skuad mereka dan menguji taktik sebelum memulai kampanye Piala Dunia 2026 mereka di Amerika Utara.

Tim Prancis memasuki pertandingan dalam performa yang mengesankan tak terkalahkan dalam 7 pertandingan berturut-turut, sementara Brasil berada di bawah tekanan setelah hasil buruk baru-baru ini dalam pertandingan persahabatan.

Kedua tim melakukan perubahan signifikan pada susunan pemain inti mereka, dengan perpaduan fleksibel antara veteran berpengalaman dan pemain muda yang bersemangat untuk membuktikan diri.

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi sejak menit-menit pertama, Brasil menciptakan peluang berbahaya pertama pada menit ke-7.

Ketika itu Raphinha melepaskan tembakan melambung di atas mistar gawang setelah tendangan bebas cepat dari Casemiro, namun, Prancis adalah tim yang lebih tajam dan efektif.

Pada menit ke-32, titik balik pertandinga terjadi, melalui serangan balik yang sangat cepat, Ousmane Dembele memberikan umpan terobosan yang menghancurkan pertahanan Brasil.

Kylian Mbappe, meskipun sebelumnya ada kekhawatiran cedera , berlari melewati bek lawan sebelum melakukan tendangan lob yang terampil melewati kiper Ederson, membuka skor 1-0 untuk Prancis.

Gol ini tidak hanya memecah kebuntuan tetapi juga membawa Mbappe lebih dekat ke rekor pencetak gol sepanjang masa Olivier Giroud.

Di menit-menit terakhir babak pertama, Brasil mencoba menyerang untuk mencari gol peny equalizer tetapi menghadapi perlawanan sengit dari pertahanan Prancis yang disiplin.

Peluang paling menonjol bagi Selecao datang dari Gabriel Martinelli, yang tendangan melengkungnya meleset tipis dari tiang gawang pada menit ke-27.

Memasuki babak kedua, pelatih Ancelotti langsung memasukkan Luiz Henrique untuk menggantikan Raphinha guna meningkatkan tekanan.

Perubahan ini langsung membuahkan hasil karena Henrique terus-menerus merepotkan pertahanan Prancis.

Pada menit ke-52, sang striker melepaskan tembakan keras yang memaksa Mike Maignan melakukan penyelamatan.

Drama mencapai puncaknya pada menit ke-55 ketika wasit memberikan kartu merah langsung kepada bek tengah Prancis, Dayot Upamecano, setelah melakukan pelanggaran terhadap Wesley.

Tampaknya bermain dengan sepuluh pemain akan membuat Prancis kewalahan, tetapi mereka secara tak terduga menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-65.

Michael Olise memberikan assist kepada Hugo Ekitike yang kemudian mencetak gol dengan cerdik melewati Ederson, menjadikan skor 2-0.

Dengan tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, Brasil melancarkan serangan besar-besaran di menit-menit terakhir pertandingan.

Upaya mereka membuahkan hasil dengan gol dari Gleison Bremer pada menit ke-78, memperkecil selisih menjadi 1-2 setelah terjadi kemelut di area penalti.

Meskipun telah berusaha keras di waktu tambahan, Selecao tidak mampu menemukan gol peny equalizer dan akhirnya menerima kekalahan.

Kemenangan Prancis sangat mencerminkan kejeniusan taktik pelatih Deschamps, strateginya dalam menerapkan lini pertahanan yang dalam, pertahanan ketat, dan memaksimalkan kecepatan Mbappe, Dembele, dan Ekitike dalam serangan balik terbukti sangat efektif.

Kehebatan kiper Mike Maignan dan pengaturan lini tengah juga menjadi kunci kemampuan Les Bleus untuk menahan tekanan Brasil, bahkan saat bermain dengan sepuluh pemain.

Sementara di kubu Brasil, penampilan yang kurang memuaskan dari bintang-bintang penyerang seperti Vinicius Junior dan Matheus Cunha merupakan kekecewaan besar.

Kurangnya kreativitas dan penyelesaian akhir yang tidak efektif sangat merugikan Selecao, pelatih Ancelotti jelas memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyempurnakan skuad sebelum Piala Dunia 2026 berlangsung.

Berikut hasil semifinal play-off Jumat, 27 Maret 2026 Zona Eropa.

Italia 2-0 Irlandia Utara
Wales 1-1 Bosnia dan Herzegovina
Ukraina 1-3 Swedia
Polandia 2-1 Albania
Turki 1-0 Rumania
Slovakia 3-4 Kosovo
Denmark 4-0 Makedonia Utara
Ceko 2-2 Republik Irlandia

Jadwal final play-off Piala Dunia 2026 zona Eropa Selasa, 1 April 2026 dini hari WIB:

Bosnia dan Herzegovina vs Italia
Swedia vs Polandia
Kosovo vs Turki
Republik Ceko vs Denmark. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *