Trump kini dikabarkan sedang mengincar target-target vital di Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan-jembatan utama, sebagai bentuk hukuman telak atas pembangkangan Teheran.
Melalui akun resmi Gedung Putih, pernyataan Trump dipublikasikan dengan nada yang sangat agresif: “Militer Iran adalah kekacauan yang lengkap dan total. Sebagian besar dari mereka, seperti Angkatan Laut dan Angkatan Udara, bahkan tidak ada lagi. Mereka telah benar-benar dikalahkan. Pengganggu Timur Tengah MATI!! Mereka butuh waktu terlalu lama untuk bernegosiasi, sekarang mereka harus membayar harganya!!”
Ancaman ini seketika membuat pasar global jatuh dan investor panik menarik dananya dari aset berisiko.
Berdasarkan data analisis pasar finansial global pada kuartal II 2026, setiap ancaman eskalasi militer langsung yang melibatkan negara produsen minyak utama seperti Iran mampu memicu koreksi indeks saham global hingga 5% dalam 48 jam, sekaligus melambungkan harga minyak mentah Brent secara drastis.
Lonjakan harga energi dan ketidakpastian geopolitik ini menjadi penyebab utama mengapa pasar global jatuh tajam, karena investor ketakutan akan terganggunya jalur pasokan energi di Selat Hormuz akibat konflik AS-Iran yang tak terkendali.
Dunia kini menahan napas menanti langkah selanjutnya dari Trump memperingatkan Iran ini. Apakah Washington akan benar-benar mengeksekusi ancaman untuk menghancurkan infrastruktur vital Teheran?
Jika hal itu terjadi, konflik AS-Iran tidak hanya akan membakar Timur Tengah, tetapi juga menyeret ekonomi dunia ke dalam krisis yang jauh lebih dalam.***


