Berita Utama

Tragedi Gamma Rizkynata, Siswa Paskibra Tewas Ditembak, Ini Kronologinya

×

Tragedi Gamma Rizkynata, Siswa Paskibra Tewas Ditembak, Ini Kronologinya

Sebarkan artikel ini
Gamma Rizkynata Oktafandy, siswa kelas XI SMKN 4 Semarang sekaligus anggota Paskibra, meninggal dunia setelah diduga ditembak oleh seorang oknum polisi.
Gamma Rizkynata Oktafandy, siswa kelas XI SMKN 4 Semarang sekaligus anggota Paskibra, meninggal dunia setelah diduga ditembak oleh seorang oknum polisi.

KITAINDONESIASATU.COM – Tragedi mengejutkan kembali melibatkan aparat penegak hukum di Semarang. Gamma Rizkynata Oktafandy, siswa kelas XI SMKN 4 Semarang sekaligus anggota Paskibra, meninggal dunia setelah diduga ditembak oleh seorang oknum polisi.

Insiden ini terjadi pada Sabtu malam, 23 November 2024, dan menuai kemarahan publik.

Kronologi Insiden

Peristiwa bermula saat Gamma dan rekannya, S, melintas di jalan menggunakan sepeda motor.

BACA JUGA : Kronologi Paskibraka Jadi Korban Tembak Oknum Polisi di Semarang

Mereka diduga bersenggolan dengan seorang polisi, yang kemudian berujung pada penembakan. Gamma tertembak di bagian pinggul, sementara S mengalami luka tembak di tangan tetapi berhasil selamat.

Menurut saksi mata, senggolan kendaraan menjadi pemicu konflik, meskipun fakta bahwa insiden ini berakhir dengan penembakan menimbulkan tanda tanya besar terkait profesionalisme aparat.

Upaya Penyelamatan Gamma

Setelah penembakan, Gamma langsung dilarikan ke IGD RSUP dr. Kariadi, Semarang.

Namun, luka tembaknya terlalu parah, sehingga nyawanya tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Minggu dini hari, 24 November 2024, pukul 01.58 WIB. Jenazah Gamma dimakamkan di Sragen pada sore harinya.

Pernyataan dari Kepolisian

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Dwi Subagio, membenarkan laporan terkait insiden ini, tetapi menyerahkan penyelidikan lebih lanjut kepada Polrestabes Semarang.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, menyatakan bahwa Gamma dan kelompoknya diduga terlibat tawuran antar-geng yang berujung pada penyerangan terhadap polisi. Ia menyebut tindakan tegas berupa penembakan dilakukan untuk membela diri.

Namun, pernyataan ini menuai kontroversi, terutama karena reputasi Gamma yang dikenal sebagai siswa berprestasi dan anggota Paskibra.

Banyak netizen meragukan kebenaran narasi tersebut dan menuntut penyelidikan lebih transparan.

Tuntutan Publik untuk Keadilan

Kematian Gamma memicu gelombang simpati dan kemarahan publik. Banyak yang mempertanyakan kronologi kejadian dan alasan tindakan ekstrem aparat.

Sebagai siswa yang aktif dan berprestasi, Gamma dikenal memiliki kedisiplinan tinggi, sehingga publik mendesak pengungkapan fakta secara jujur serta jaminan keadilan bagi korban.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *