KITAINDONESIASATU.COM – Mantan pelatih Timnas Uzbekistan, Timur Kapadze, menjadi sorotan publik Indonesia setelah kedatangannya ke Jakarta pada Jumat (21/11). Di tengah santernya rumor ia menjadi kandidat kuat pelatih Timnas Indonesia, Kapadze memberikan pernyataan yang menyentuh hati.
Momen kedatangan Kapadze bertepatan dengan hari Jumat, yang merupakan hari suci bagi umat Islam. Ia pun menyempatkan diri melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Mengenakan batik lengan panjang, Kapadze tampak kagum dengan arsitektur masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kapadze mengungkapkan rasa syukurnya. “Kunjungan ini untuk saya sangat berkesan. Saya merasa dihormati karena keramahan teman-teman di Indonesia,” ujarnya. “Dan juga bisa kebetulan kita sangat bahagia karena Indonesia dan Uzbekistan punya kesamaan terutama salat Jumat. Ini rahmat Allah bahwa kunjungannya diawali dengan kegiatan suci,” tambahnya.
Meski kedatangannya memicu spekulasi PSSI akan mewawancarainya, Kapadze membantah agenda resmi tersebut, menegaskan ia datang atas undangan tokoh nasional Effendi Gazali. Namun, pelatih berusia 44 tahun itu tak memungkiri ketertarikannya melatih Garuda dan ia menyatakan siap mempelajari semua tawaran.
Kapadze sendiri memiliki rekam jejak impresif, termasuk membawa Uzbekistan lolos untuk pertama kalinya ke Piala Dunia 2026.
Arsitek Sejarah Timnas Uzbekistan
Timur Kapadze bukan nama asing di kancah sepak bola Asia. Karier kepelatihannya melejit setelah ia sukses mengantarkan Timnas Uzbekistan U-23 menjuarai Piala Asia U-23 pada 2022.
Pencapaian terbesarnya adalah membawa Timnas Uzbekistan senior lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kapadze dikenal karena filosofi permainannya yang mengutamakan disiplin taktis dan pengembangan pemain muda.
Saat ditanya mengenai Timnas Indonesia, Kapadze memuji semangat juang pemain dan potensi besar yang dimiliki. Ia menyatakan Indonesia punya fondasi yang bagus untuk bersaing di tingkat Asia, dan ia siap menjadi bagian dari sejarah baru jika PSSI memberikan kepercayaan.(*)
