KITAINDONESIASATU.COM – Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, tiga sandera Israel, yaitu Romi Gonen, Doron Steinbrecher, dan Emily Damari, akan dibebaskan pada hari Minggu, 19 Januari 2025.
Emily Damari, yang memiliki kewarganegaraan Inggris dan Israel, diculik oleh Hamas pada 7 Oktober 2023 dari apartemennya di kibbutz Kfar Aza, bersama 37 warga lainnya. Dia adalah satu-satunya sandera dengan kewarganegaraan Inggris.
Pesan terakhir yang ia kirimkan kepada keluarganya pada pagi hari penculikannya menyebutkan bahwa Hamas berada di sekitar apartemennya dan melakukan penembakan.
Berdasarkan kesaksian teman dan keluarga, Damari menderita luka tembak dan diculik dengan mata tertutup, dimasukkan ke dalam mobilnya, dan dibawa kembali ke Gaza.
Ibunya, Mandy Damari, mengungkapkan bahwa ia khawatir setiap saat, takut putrinya bisa dibunuh hanya karena berada di sana.
Romi Gonen, yang berusia 24 tahun, diculik saat mencoba melarikan diri dari festival musik Nova yang terletak dekat perbatasan Gaza.
Ia ditembak di tangan oleh orang bersenjata Hamas pada 7 Oktober dan sempat berbicara dengan ibunya, memberitahukan bahwa ia terluka parah.
Sinyal ponselnya terdeteksi di Gaza setelah mobil yang ia tumpangi ditemukan kosong.
Setelah satu bulan, keluarga Gonen diberi kabar bahwa tangannya dalam kondisi parah.
Doron Steinbrecher, 31 tahun, diculik dari rumahnya di Kfar Aza saat serangan terjadi. Ia memberi tahu keluarganya melalui telepon bahwa orang-orang bersenjata telah tiba dan menangkapnya.
Pada Januari lalu, Steinbrecher muncul dalam sebuah video bersama dua sandera lainnya, Daniella Gilboa dan Karina Ariev, memohon pembebasan mereka.
Sebelum diculik, ia sempat mengirim pesan suara kepada teman-temannya, memberitahukan bahwa ia telah ditangkap.
Ketiga sandera ini diharapkan akan dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.- ***
Sumber: The Guardian
