KITAINDONESIASATU.COM – Kabar gembira menjelang Lebaran datang dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pemerintah mulai menggelontorkan dana Tunjangan Hari Raya (THR) dalam jumlah fantastis kepada jutaan aparatur negara dan pensiunan di seluruh Indonesia.
Hingga saat ini, pemerintah tercatat telah menyalurkan THR kepada 2.093.225 pegawai di tingkat pusat dan daerah, serta 3.618.884 pensiunan. Total dana yang sudah mengalir mencapai puluhan triliun rupiah.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro mengungkapkan, hingga 10 Maret 2026, pembayaran THR untuk aparatur sipil negara (ASN) pusat saja telah mencapai Rp11,16 triliun yang dibagikan kepada 2.076.377 pegawai dan personel.
Jika dirinci, dana jumbo tersebut terbagi untuk berbagai kelompok aparatur negara. Sekitar Rp6,12 triliun diberikan kepada 825.928 ASN, lalu Rp752,8 miliar untuk 295.054 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Selain itu, 461.119 personel Polri menerima Rp1,84 triliun, sementara 452.874 personel TNI memperoleh Rp2,23 triliun. Tidak ketinggalan, 39.486 pegawai pemerintah non-pegawai negeri (PPNPN) juga mendapatkan bagian sebesar Rp153,42 miliar.
Proses pembayaran THR bagi ASN pusat dilakukan melalui 8.279 satuan kerja kementerian dan lembaga di seluruh Indonesia.
Sementara di tingkat daerah, penyaluran THR masih berlangsung bertahap. Hingga 9 Maret 2026, baru sekitar Rp127,6 miliar yang dicairkan kepada 16.848 pegawai, dengan baru tiga dari 546 pemerintah daerah yang menyelesaikan proses penyaluran tersebut.
Di sisi lain, kabar baik juga datang bagi para pensiunan. Pemerintah telah menyalurkan Rp11,54 triliun dana THR kepada 3.618.884 pensiunan, atau sekitar 94,63 persen dari total penerima.
Penyaluran tersebut dilakukan melalui PT Taspen yang menyalurkan Rp10,1 triliun kepada 3.115.324 pensiunan, serta PT Asabri yang menyalurkan Rp1,44 triliun kepada 503.560 pensiunan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dana THR bagi ASN sebenarnya sudah tersedia. Namun proses pencairannya masih berlangsung karena sejumlah instansi masih mengajukan permohonan penyaluran ke Kementerian Keuangan.
Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan anggaran jumbo sekitar Rp55 triliun untuk pembayaran THR tahun 2026 bagi ASN pusat, ASN daerah, PPPK, TNI, Polri, hingga para pensiunan.
Bahkan menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, nilai anggaran THR tahun ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp49 triliun.
Pemerintah sendiri mulai mencairkan THR secara bertahap sejak 26 Februari 2026 dan menargetkan seluruh pembayaran selesai paling lambat H-7 sebelum Lebaran. (*)
