“Luka ditemukan pada mata, bibir, kaki yang mengalami sayatan benda tajam, serta bekas sundutan rokok. Semua itu menjadi bukti penting dalam proses penyidikan,” jelas Rudi.
Meski demikian, kondisi korban dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif. Tim medis menyebut kondisi fisik dan psikologis korban berangsur membaik sehingga penyidik kini mulai melakukan pendalaman keterangan terkait peristiwa yang dialaminya serta keberadaan tersangka.
Sebelum bertemu korban, Kapolda Jabar terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan keluarga korban dan tim dokter yang menangani perawatan. Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Utama RSHS, dokter forensik, dokter bedah plastik, serta dokter kepolisian.
Menurut Rudi, pemulihan korban menjadi prioritas utama selain proses pengejaran terhadap tersangka yang hingga kini masih dalam pelarian.***

