Berita Utama

Teror nDhas Babi dan nDhas Tikus Belum Juga Terang, Jangan Sampai Jadi “Unsolved Mystery” atau Indonesia Makin Gelap

×

Teror nDhas Babi dan nDhas Tikus Belum Juga Terang, Jangan Sampai Jadi “Unsolved Mystery” atau Indonesia Makin Gelap

Sebarkan artikel ini
Roy Suryo
Roy Suryo . -Ist-

Dalam data yang pernah direlease resmi oleh AJI (Aliansi Jurnalistik Indonesia) sebelumnya di tahun 2023, sudah terdapat 89 (delapan puluh sembilan) Teror untuk media dengan 8 (delapan) kategori yang pernah ada, yakni 4x Kriminaliasi dan Gugatan Perdata, 5x Kekerasan Seksual, 5x Perusakan atau Perampasan Alat Kerja, 7x Penghapusan Hasil Liputan, 10x Larangan Liputan, 14x Serangan Digital (ini konsentrasi saya), 18x Kekerasan Fisik dan 26x Teror, Intimidasi dan Ancaman.Data diatas ini belum termasuk 2x Pemecahan Kaca Mobil yang dialami oleh HAD, Doxing beberapa Awak Media Tempo dan Teror nDhas Babi kepada FCR / Cica dan Teror 6x nDhas Tikus sesudahnya.

Menariknya, AJI juga mencatat para pelaku Teror yang pernah ketahuan dan terungkap selama ini terdiri atas 2 (dua) kategori, yakni Aktor Negara dan Aktor Non-negara. Secara lebih detail, Aktor Negara dapat didefinisikan lagi menjadi (Para Oknum) 1x Jaksa, 5x TNI, 13x Aparatur Pemerintah dan 17x Polisi. Sedangkan untuk Aktor Non Negara didefinisikan menjadi 1x Partai Politik, 4x Ormas, 4x Pekerja Profesional, 7x Perusahaan dan 13x Warga. Total dua kategori diatas (36 + 29) adalah 65 (enam puluh lima), sehingga tersisa 24 (dua puluh empat) pelaku Teror dari total 89 sebagaimana data sebelumnya diatas yang sampai dengan data AJI direlease tidak ketahuan siapa dan darimana pelakunya alias menjadi seperti “Unsolved Mystery” dan dimasukkan kedalam “Daftar Hitam Teror yang tidak terpecahkan” sampai sekarang.

Hal lain yang justru “mendukung” alias menambah teror-teror diatas justru muncul dari sikap Pejabat di Republik ini, bagaimana tidak? Celotehan yang samasekali tidak bermutu dari Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan / KKK (tapi bukan Ku Klux Klan), Hasan Nasbi yang sebelumnya ditengarai memiliki akun X / Twitter “Tukang Sayur” @datuakrajoangek yang cuitan-cuitan Hatespeechnya sangat menghina Pak Prabowo (mirip dengan kelakuan yang dilakukan oleh Akun KasKus “Fufufafa” yang sudah terbukti 99,9% milik si SamSul yg sangat Kampungan dan Rasis / SARA itu. Kalimatnya soal Teror nDhas Babi “… Dimasak Aja …” sungguh sangat kampungan dan tidak mencerminkan seorang yang pernah menempuh pendidikan, benar-benar 11/12 alias identik dengan Fufufafa, Terwelu.

Kesimpulannya, teror nDhas Babi dan nDhas Tikus yang sudah terjadi lebih dari seminggu lalu (Rabu 19/03/25 dan Sabtu 22/03/25) hingga saat tulisan ini dibuat belum ketahuan samasekali Siapa dan Apa motifnya. Apalagi ditambah celotehan yang keluar dari mulut si Hasan Nasbi (bahkan terakhir ada juga komentar senada dari Wakil Rakyat) bernama Muhammad Rahul, Kapoksi Gerindra Komisi 3 DPR-RI yang malah seperti menduga Tempo melakukan “Playing Victim” (?), Terwelu juga. Jangan sampai dua kasus terakhir ini sama statusnya dengan 24 (dua puluh empat) kasus “Unsolved Mystery” sebagaimana data Teror ke Media yang sudah direlease oleh AJI diatas, katena kalau itu yang terjadi maka #IndonesiaGelap akan makin terjadi, Apalagi tuntutan Rakyat Indonesia selama ini soal #AdiliJokowi dan #MakzulkanFufufafa belum juga terealisasi …

)* Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes – Pemerhati Telematika, Multimedia, AI & OCB Independen – Jakarta, Kamis 27-Maret-2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *