KITAINDONESIASATU.COM – Sedikitnya lima orang, termasuk seorang polisi, tewas dalam insiden penembakan brutal di sebuah gedung pencakar langit di kawasan elite Manhattan, Senin 29 Juli 2025, waktu setempat.
Pelaku yang diidentifikasi sebagai Shane Devon Tamura (27) asal Las Vegas, memasuki gedung setinggi 44 lantai yang menjadi markas sejumlah institusi, termasuk National Football League (NFL), dan langsung menebar teror dengan senapan mematikan.
Menurut laporan, Tamura mulai menembak dari lobi, lalu naik lift hingga lantai 33 sambil terus memuntahkan peluru. Setelah aksi berdarah itu, ia mengakhiri hidupnya sendiri di dalam gedung.
Komisioner NYPD Jessica Tisch mengungkapkan bahwa Tamura memiliki riwayat gangguan mental, yang membuat tragedi ini kian menyayat. Namun yang mengejutkan, seorang saksi wanita mengatakan bahwa pelaku sempat membiarkannya lewat tanpa melukai, saat mereka sama-sama menunggu lift.
Wali Kota New York Eric Adams membenarkan bahwa empat korban tewas, termasuk seorang polisi, serta satu pria lainnya mengalami luka serius akibat serangan mengerikan ini.
Gedung pencakar langit di jantung Manhattan yang seharusnya menjadi simbol kemegahan kota, berubah menjadi medan horor dalam sekejap.
Polisi masih menyelidiki motif di balik aksi nekat ini, sementara warga New York dicekam trauma dan duka mendalam. (Sumber: Sputnik)


