Berita Utama

Tembus 316 Jiwa, Korban Tewas Bencana di Sumut, Aceh dan Sumbar Bertambah

×

Tembus 316 Jiwa, Korban Tewas Bencana di Sumut, Aceh dan Sumbar Bertambah

Sebarkan artikel ini
parah
banjir dan longsor di sumatera (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Bencana hidrometeorologi parah yang melanda Pulau Sumatera, mencakup provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), terus menimbulkan duka mendalam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga hari Minggu (30/11/2025), total korban jiwa meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor telah mencapai 316 orang.

Kepala BNPB, TNI Suharyanto, menegaskan bahwa angka ini masih bersifat dinamis seiring upaya pencarian yang intensif, di mana tercatat 289 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan 638 orang mengalami luka-luka.

Sumatera Utara menjadi wilayah dengan dampak korban meninggal dunia tertinggi. Data terbaru menunjukkan jumlah korban jiwa di Sumut telah menembus 166 orang, dengan 143 orang masih dalam pencarian. Wilayah yang paling membutuhkan perhatian serius dan masih terisolasi adalah Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, yang kini hanya dapat diakses melalui jalur udara dan laut untuk pengiriman logistik.

Sementara itu, di Aceh, data menunjukkan 47 orang meninggal dunia dan 51 orang hilang. Di Sumatera Barat, korban tewas tercatat mencapai 90 orang. Meskipun jumlah korban di Aceh dan Sumbar relatif lebih kecil, kompleksitas akses menuju lokasi terpencil menjadi tantangan besar dalam upaya pemulihan.

Fokus pada Akses dan Logistik

Pemerintah melalui BNPB saat ini memfokuskan penanganan pada wilayah-wilayah yang mengalami isolasi ganda, di mana akses darat dan komunikasi terputus total.

Bantuan logistik, termasuk makanan, obat-obatan, dan alat berat, terus dikerahkan menggunakan jalur udara dan laut untuk menjangkau para korban dan membuka kembali jalur-jalur transportasi yang tertimbun material longsor. Ribuan keluarga di tiga provinsi tersebut juga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Untuk jumlah pengungsi di tiga provinsi Sumatera tersebut saat ini lebih dari 50 ribu jiwa mengungsi ke tempat aman. Mereka membutuhkan sandang, pangan dan pakaian untuk sehari-hari. Pasalnya, banyak di antara para pengungsi ini rumah habis diterjang banjir dan longsor yang menimpa wilayah mereka tinggal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *