KITAINDONESIASATU.COM – Hasil akhir imbang 0-0 Timmas Indonesia melawan Malaysia di even FIFA ASEAN Cup jelas sangat mengecewakan para penggemar sepakbola di tanah air, muncul banyak pertanayaan terkait komposisi ini, mengapa?
Pertama, kita main di kandang sebagai tuan rumah, tentu saja lebih menguntungkan, sebagai tuan rumah, mestinya harus menang karena Timnas mendapat dukungan penuh suporter fanatiknya.
“Masak kita main di kandang, Timnas justru malah tertekan, bahkan harus bermain 10 pemain karena Tom Haye kena kartu merah,” ujar Mulyono seorang pengamat sepakbola dari Surabaya kepada kitaindonesiasatu.com, Selasa (29/9/2026).
Kedua, walau Timnas memainkan semua pemain naturalisasi, permainannya tetap biasa-biasa saja, padahal para pemain naturalisasi ini memiliki skill yang mumpuni sehingga Timnas tertarik merekutnya.
Tidak adanya satupun pemain asli Indonesia yang ditampilkan pelatih John Herdman saat melawan Malaysia, sepertinya ia memandang remeh skill pemain Indonesia.
Ini tentu sangat berbeda dengan pemain naturalisasi negara Asean lainnya seperti Timnas Malaysia, Vietnam maupun Thailand yang meski memakai pemain asing tapi mereka tetap memakai mayoritas memakai pemain lokal, toh permainan mereka lebih atraktif dibandingkan Timnas kita.
Tidak tampilnya satupun pemain asli Indonesia juga membuat Timnas kali ini terasa ‘tidak menghargai’ jeri payah sepakbola kita dalam membina pemain lokal.
“Untuk apa kita bikin pembinaan lewat klub dan juga bikin kompetisi antarklub di tanah air, kalau Timnasnya diisi oleh pemain asing semua,” ujar Mulyono mempertanyakan.
Mulyono mengatakan walau hasil imbang 0-0 sangat mengecewakan, peluang Timnas kita melaju ke final masih terbuka, ini dengan catatan, Timnas kita menang melawan Bangladesh di duel terakhir Grup A, Kamis 1 Oktober nanti pukul 19.30.
“Namun jika kita bermain imbang apalagi kalah, Timnas bakal tersingkir, tentu ini akan sangat memalukan negara dengan penduduk hampir 300 juta jiwa,” ungkap Cak Mul panggilan akrap manatan editor olahraga Harian Surya Surabaya Grup Kompas Gramedia ini.
Di samping harus menang atas Bangladesh, nasib Timnas juga tergantung pada duel Malaysia vs Singapura yang digelar pada hari dan jam yang sama.
Kalau Timnas tetap tampil sebagai runner up Grup A seperti saat ini, maka bisa saja akan tersingkir karena hanya juara grup yang berhak ke final, semoga Timnas bisa melaju ke final. **





