Berita UtamaHukum

Tak Terima Anaknya Jadi Korban, Orang Tua Siswa Keracunan MBG Siap Tempuh Jalur Hukum

×

Tak Terima Anaknya Jadi Korban, Orang Tua Siswa Keracunan MBG Siap Tempuh Jalur Hukum

Sebarkan artikel ini

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Semarang berujung panjang. Orang tua salah satu korban yang hingga kini masih terbaring di rumah sakit menegaskan akan melayangkan gugatan hukum atas tragedi ini.

Sejak awal tahun, program MBG yang digadang-gadang untuk meningkatkan gizi pelajar justru menuai sorotan. Lebih dari 1.000 siswa di Jawa Tengah diduga jadi korban keracunan, hingga sejumlah dapur penyedia MBG (SPPG) ditutup sementara.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, mengungkap penyelidikan masih berjalan. Sampel makanan sudah dibawa ke laboratorium, namun sumber pasti keracunan belum bisa diumumkan.

Bahkan, Kadis Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengakui, dari puluhan dapur MBG di wilayahnya, hanya 3 yang lolos sertifikasi higienis-sanitasi. Artinya, mayoritas dapur belum memenuhi standar aman konsumsi.

Di lapangan, sejumlah guru terpaksa ikut mengawasi hingga mencicipi makanan sebelum dibagikan ke siswa untuk memastikan keamanan.

Namun puncaknya, Krisna Bramantyo Aji, ayah dari siswi SDN Ungaran 01 yang menjadi korban, menyatakan siap menggugat. Ia akan menyeret penyedia makanan (SPPG), Badan Gizi Nasional (BGN), hingga pemerintah ke meja hijau.

“Saya akan menggugat baik secara perdata maupun pidana,’’ ujar Krisna, yang juga anggota Peradi Ungaran, Rabu (2/10).

Kini, dapur MBG di Sidomulyo, Ungaran Timur, dihentikan operasionalnya, sehingga ribuan siswa dari SD, SMP hingga SMA di wilayah tersebut tak lagi menerima jatah makanan gratis. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *