Berita UtamaInovasi

Tak Lagi Jadi Limbah, Minyak Jelantah Warga Bogor Kini Bernilai Ekonomi dan Energi

×

Tak Lagi Jadi Limbah, Minyak Jelantah Warga Bogor Kini Bernilai Ekonomi dan Energi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260205 WA0045
Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, bersama warga menuangkan minyak jelantah ke dalam tangki penampungan saat kegiatan pengumpulan limbah minyak jelantah di Kelurahan Kebon Pedes, Kota Bogor. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim melakukan Monitoring dan Evaluasi Pengumpulan Minyak Jelantah yang berlangsung di Kantor Kelurahan Kebon Pedes, Jalan Nusa Indah, Kota Bogor, Kamis 5 Febuari 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan TP PKK Kota Bogor terhadap program Jelantah Bogor untuk Energi Negeri yang berkolaborasi dengan PT Greenia dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk pelajar di wilayah Kebon Pedes.

Yantie Rachim menyampaikan bahwa pengelolaan minyak jelantah perlu dimulai dari edukasi sejak dini agar masyarakat tidak lagi membuang minyak bekas pakai secara sembarangan.

“Hari ini saya bersama PT Greenia dalam rangka mengumpulkan minyak jelantah yang sudah dilakukan oleh warga Kebon Pedes. Di sini juga ada anak-anak SD Kebon Pedes 7 yang ikut mengumpulkan minyak jelantah, jadi dari kecil mereka sudah teredukasi bahwa minyak jelantah tidak boleh dibuang sembarangan, tetapi bisa dikelola dan diolah,” ujar Yantie Rachim.

Baca Juga  Ini 7 Akun FF Sultan Gratis Hari Ini 24 Januari 2025, Dapatkan Item Menarik!

Ia menjelaskan bahwa minyak jelantah merupakan minyak goreng sisa pakai yang maksimal digunakan tiga kali, karena penggunaan berlebih dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan bisa menyebabkan kanker. 

“Minyak jelantah itu kan minyak goreng sisa pakai yang maksimal pemakaian itu 3 kali, karena apabila digunakan lebih dari 3 kali bisa menyebabkan penyakit kanker. Oleh karena itu, pengumpulan minyak jelantah ini sangat diperlukan,” katanya.

Yantie Rachim menegaskan komitmen TP PKK Kota Bogor dalam mendukung program pengumpulan minyak jelantah di setiap kelurahan, karena hal ini dapat memberi dampak baik pada kesehatan keluarga dan lingkungan. 

“Kami dari PKK tentunya siap mendukung program Jelantah Bogor untuk Energi Negeri ini sebagai motor penggerak pertama di wilayah dan di keluarga, karena penggunaan minyak itu kan paling dekat dengan ibu rumah tangga,” tegasnya. 

Baca Juga  Susi Pudjiastuti Sindir Ahmad Dhani atas Pernyataannya Soal Naturalisasi

Strategic Partnership Manager PT Greenia, Giri Suseno menyampaikan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah berjalan selama kurang lebih empat bulan dengan melibatkan berbagai perangkat daerah.

“Hari ini kami bertemu dengan Ketua TP PKK Kota Bogor dan tadi sudah berdiskusi dengan harapan ini akan menjadi gerakan yang lebih masif dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan TP PKK,” ucap Giri. 

Ia mengatakan, program pengumpulan minyak jelantah bertujuan agar setiap kelurahan di Kota Bogor bisa menjadi kelurahan yang berwawasan lingkungan karena minyak jelantahnya terkelola dengan baik, dan ekonomi sirkular tumbuh.

Giri menambahkan bahwa tangki minyak jelantah yang ditempatkan di Kelurahan Kebon Pedes memiliki kapasitas hingga 1.000 liter dan akan dikelola menjadi bahan bakar ramah lingkungan.

Baca Juga  Lirik Lagu Maju Tak Gentar Menggugah Semangat Patriotisme

“Minyak jelantah ini akan diolah menjadi bioavtur untuk bahan bakar pesawat dan juga dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Selain itu, minyak jelantah juga bisa dijadikan sabun dan lilin,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Kebon Pedes, Sari Sugiharti, menyampaikan bahwa pihak kelurahan berperan aktif dalam melakukan sosialisasi dan menggerakkan masyarakat.

“Kami mensupport dan menyosialisasikan kepada warga serta para pelaku usaha, seperti pedagang makanan, gorengan, dan warteg. Program ini dilaksanakan bersama kelurahan, Koperasi Merah Putih, dan PT Greenia,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa minyak jelantah yang dikumpulkan warga akan dibeli dengan harga Rp5.000 per liter secara tunai, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Harapannya, warga semakin terdorong untuk mengumpulkan minyak jelantah, karena selain menjaga lingkungan, hasilnya juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *